Media Kampung – Kelompok BRICS secara tegas menyerukan penghentian permusuhan secara permanen di Gaza dan meminta akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhalang ke wilayah tersebut. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan dua hari para menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India, pada Mei 2026.

India, sebagai ketua BRICS tahun ini, merilis dokumen hasil pertemuan yang berjudul “chair’s statement and outcome document”. Meskipun tidak ada pernyataan bersama resmi sebab adanya perbedaan sikap anggota terkait konflik di Timur Tengah, para diplomat menegaskan kembali dukungannya terhadap kerja sama di bidang politik, keamanan, ekonomi, keuangan, budaya, serta hubungan antarmasyarakat.

Dalam dokumen tersebut, BRICS mengecam tindakan yang menargetkan warga sipil, menghalangi bantuan kemanusiaan, dan serangan terhadap petugas bantuan. Mereka juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi di wilayah Palestina yang masih diduduki serta menuntut agar seluruh pihak mematuhi hukum humaniter internasional dan menghentikan penggunaan kelaparan sebagai taktik perang.

BRICS secara khusus mendesak penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah pendudukan dan menuntut gencatan senjata permanen di Gaza. Para menteri juga menyerukan pembebasan sandera dan tahanan serta akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi penduduk Gaza yang saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Selain isu Gaza, pertemuan tersebut membahas situasi di Lebanon, di mana BRICS mengecam serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Para diplomat juga menyoroti pentingnya kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab serta menyerukan peningkatan upaya diplomasi untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Yaman.

Meski perbedaan pandangan antar anggota BRICS mencegah munculnya pernyataan resmi bersama terkait konflik Timur Tengah, pertemuan ini memperkuat komitmen kelompok dalam menjunjung hukum internasional dan menegaskan peran BRICS dalam mendukung stabilitas politik dan keamanan global.

Dokumen hasil pertemuan menegaskan sikap BRICS yang menolak segala bentuk pelanggaran hukum kemanusiaan dan menuntut agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa hambatan demi meringankan penderitaan warga Gaza. Langkah ini menunjukkan keseriusan BRICS dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian konflik dan krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.