Media Kampung – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau dengan ketat wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius yang melibatkan beberapa negara. Kasus ini pertama kali dilaporkan pada awal Mei 2026 dan kini telah menimbulkan keprihatinan internasional karena menyebar ke penumpang dari berbagai negara.
WHO juga mengungkapkan bahwa sejak laporan sebelumnya pada 8 Mei, muncul dua kasus tambahan dari negara Prancis dan Spanyol. Kasus dari Prancis menunjukkan gejala selama proses repatriasi, sedangkan kasus dari Spanyol terdeteksi saat tiba setelah repatriasi dan dilaporkan dalam kondisi sehat tanpa gejala. Satu kasus lain yang hasil laboratoriumnya tidak meyakinkan berasal dari penumpang yang dipulangkan ke Amerika Serikat dan masih menjalani pengujian ulang.
Semua pasien yang terkonfirmasi positif virus Andes merupakan penumpang MV Hondius. WHO menduga kasus pertama kemungkinan tertular sebelum naik ke kapal melalui paparan di darat. Investigasi lanjutan dilakukan bersama otoritas kesehatan di negara asal virus, yakni Argentina dan Chile, untuk mengidentifikasi sumber wabah secara pasti. Bukti awal juga menunjukkan adanya penularan antarmanusia selama pelayaran kapal pesiar tersebut.
Dalam menangani wabah ini, WHO mengkoordinasikan respons internasional yang meliputi investigasi epidemiologi, isolasi pasien, evakuasi medis, pengujian laboratorium, pelacakan kontak secara internasional, karantina, serta pemantauan kesehatan. Pelacakan kontak masih berlangsung untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih luas di antara penumpang dan awak kapal.
Meski demikian, WHO menilai risiko hantavirus terhadap populasi global masih tergolong rendah saat ini. Namun, mereka terus memantau situasi epidemiologi secara ketat guna mencegah potensi penularan lebih lanjut di berbagai negara yang terdampak akibat mobilitas penumpang kapal pesiar ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan