Media Kampung – Warga Mumbai menghadapi pemotongan pasokan air sebesar 10 persen mulai Jumat, menyusul menurunnya volume air di tujuh waduk utama kota. Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap praktik ilegal penggunaan pompa listrik untuk menyedot air dari saluran distribusi.

BMC mengeluarkan kebijakan ini sebagai langkah antisipasi terhadap krisis air yang semakin memburuk akibat stok air yang hanya tersisa sekitar 23,5 persen dari kebutuhan tahunan kota. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian musim hujan yang dipengaruhi oleh fenomena cuaca global seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang berpotensi menurunkan curah hujan di wilayah Maharashtra.

Menurut data BMC per tanggal 11 Mei, total air yang dapat dimanfaatkan dari tujuh waduk yaitu Tulsi, Vihar, Bhatsa, Modak Sagar, Tansa, Upper Vaitarna, dan Middle Vaitarna mencapai 340.399 juta liter. Jumlah tersebut jauh di bawah target kebutuhan tahunan sebesar 1.447.363 juta liter, memicu kekhawatiran atas kesinambungan pasokan air jika hujan monsun tertunda atau tidak mencukupi.

Selain pemotongan pasokan, BMC juga mengintensifkan pengawasan terhadap praktek ilegal menyedot air menggunakan pompa listrik yang terpasang langsung di pipa dan sambungan kran. Additional Municipal Commissioner Abhijit Bangar menegaskan bahwa tindakan ini menyebabkan tekanan air menurun di area lain dan berisiko menimbulkan kontaminasi pada sistem distribusi.

“Kami telah memerintahkan petugas untuk menyita pompa yang tidak berizin, memberikan sanksi, dan bahkan mengajukan laporan pidana terhadap pelanggar,” ungkap Bangar. Dia juga meminta para insinyur lapangan melakukan perencanaan mikro per wilayah agar pasokan air tetap terjaga dengan tekanan yang memadai selama masa pengurangan air.

Lebih lanjut, petugas BMC diarahkan untuk tetap siaga di lapangan, berkomunikasi dengan warga dan wakil masyarakat, serta memastikan keluhan terkait suplai air ditangani dengan cepat. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan dan menjaga kelangsungan kebutuhan air di kawasan yang rawan kekurangan, seperti daerah ketinggian dan ujung distribusi.

Krisis air ini menjadi perhatian serius bagi warga Mumbai yang bergantung pada sumber air dari waduk-waduk di sekitar wilayah Mumbai, Thane, dan Nashik. Dengan adanya langkah tegas dari BMC, diharapkan pengguna air dapat lebih disiplin dan menghindari praktik yang merugikan bersama.

Situasi ini terus dipantau oleh otoritas setempat, sementara warga diminta untuk berhemat dan mematuhi aturan baru demi menjaga ketersediaan air di tengah tantangan cuaca yang belum menentu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.