Media Kampung – Menanggapi penyebaran foto viral yang memperlihatkan sepatu untuk program Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa sepatu tersebut bukan hasil pengadaan Kementerian Sosial, melainkan bantuan pribadi dari Gubernur Jawa Timur.
Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2024, saat Gus Ipul ditemui di Kantor Bakom, Jakarta, dan dijelaskan bahwa foto yang beredar menunjukkan dirinya bersama Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur.
“Ini sebagai contoh karena yang viral kemarin itu beritanya tentang pengadaan sepatu di Sekolah Rakyat tapi fotonya saya sedang bersama Bu Khofifah menyerahkan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa sepatu dalam gambar merupakan bagian dari program khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan alokasi dana atau barang yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial.
“Di mana sepatu itu adalah pemberian dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur. Jadi memang ini program khususnya Ibu Gubernur untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Bukan sepatu dari Kementerian Sosial ya Pak. Beda barang,” tegas Gus Ipul.
“Jadi ini beda sekali, ini foto saya, ini adalah bantuan Bu Khofifah. Jadi Bu Khofifah punya perhatian yang luar biasa juga kepada siswa Sekolah Rakyat sehingga menambah sepatu siswa Sekolah Rakyat khusus di Jawa Timur,” tambah Gus Ipul.
Untuk menghindari kebingungan, Gus Ipul menjelaskan perbedaan fisik antara sepatu bantuan Gubernur dengan sepatu yang sedang diproses oleh kementerian. Sepatu resmi kementerian merupakan jenis sepatu PDL (Pendidikan Dasar Lapangan), sementara sepatu yang terlihat dalam foto adalah model lain yang disumbangkan secara terpisah.
“Sementara yang ramai itu, yang diberitakan, ada fotonya nggak kira-kira ini supaya ini ada pembeda langsung? Gambarnya ada? Ini sepatu yang kita adakan itu sepatu yang apa itu untuk PDL. Nah ini, nah ini sepatu PDL,” katanya.
Mengenai proses pengadaan sepatu PDL, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh tahapannya telah mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk lelang terbuka yang dapat dipantau publik.
“Tentu lelang itu terbuka, bisa diikuti oleh siapa pun dari mulai penganggaran itu atau mulai dari lelang sampai nanti ada pemenangnya, bisa diikuti dan bisa dilihat secara langsung,” tandas ia.
Penegasan tersebut diharapkan dapat menghentikan spekulasi publik yang mengaitkan bantuan pribadi Gubernur Jawa Timur dengan program pengadaan resmi Kementerian Sosial. Gus Ipul meminta media dan masyarakat tidak mencampuradukkan kedua program tersebut.
Ia menutup perbincangan dengan harapan agar bantuan khusus Gubernur tetap memberikan manfaat bagi siswa, sementara proses lelang sepatu PDL terus dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan