Media KampungMahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jember (UNEJ) mengangkat isu Becak Surakarta dan memenangkan penghargaan Best Speaker dalam program Leadership Development yang digelar di Surakarta.

Fidelma Zahria Saputri, mahasiswa semester akhir, meneliti dampak modernisasi kota terhadap transportasi tradisional dengan melakukan wawancara langsung kepada para pengemudi becak.

Data lapangan menunjukkan bahwa becak masih menjadi simbol budaya kota Solo, namun menghadapi tekanan kebijakan kendaraan bermotor modern.

Setelah mengumpulkan fakta, ia merumuskan konsep “Solo Becak Tour” yang mengintegrasikan becak ke dalam paket wisata budaya.

Konsep tersebut tidak hanya melestarikan warisan lokal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi keluarga pengemudi becak.

Dalam kompetisi, Fidelma menyajikan laporan komprehensif lewat teknik public narrative yang menggabungkan statistik, foto lapangan, dan cerita pribadi para pengemudi.

“Saya ingin storytelling yang menghubungkan data dengan sisi kemanusiaan, karena tujuan akhir adalah meyakinkan audiens dengan isu yang kami angkat,” ujarnya.

Penilai menilai presentasinya kuat karena alur yang jelas, nilai sosial yang tinggi, serta penggunaan teknik silent, eye, smile secara konsisten.

Fidelma juga menerapkan struktur tiga cerita: story of self, story of us, dan story of now, untuk membangun ikatan emosional dengan pendengar.

Selama sesi tanya jawab, ia menjawab pertanyaan kebijakan kota dengan mengusulkan regulasi zona wisata khusus bagi becak.

Penghargaan Best Speaker diberikan pada tanggal 8 April 2026 oleh Djarum Foundation dalam rangkaian acara Leadership Development.

Fidelma merupakan penerima beasiswa Djarum Plus 2025/2026, yang mensyaratkan pelatihan intensif tentang kepemimpinan dan komunikasi praktis.

Pelatihan tersebut mencakup simulasi roleplay kelompok, di mana peserta berperan sebagai pembuat kebijakan kota.

Pengalaman tersebut memperkuat kemampuan Fidelma dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan berbasis data.

Ia menekankan pentingnya latihan rutin, seperti berbicara di depan cermin atau menyampaikan ide tanpa teks, untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Fidelma berharap konsep “Solo Becak Tour” dapat diadopsi oleh pemerintah kota Surakarta dalam rencana pengembangan pariwisata.

Jika diterapkan, proyek tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 15 persen dalam tiga tahun pertama.

Selain itu, pendapatan tambahan bagi pengemudi becak diperkirakan naik 30 persen melalui tarif wisata yang lebih tinggi.

Pihak Djarum Foundation menyatakan kepuasan atas inovasi sosial yang dihadirkan peserta, terutama yang mengaitkan tradisi dengan modernitas.

Universitas Jember juga mengumumkan bahwa Fidelma akan menjadi mentor dalam program kepemimpinan mahasiswa tahun berikutnya.

Hal ini bertujuan menyebarkan metodologi public speaking profesional kepada rekan-rekan seprogram studi.

Rekam jejak Fidelma mencakup partisipasi dalam beberapa konferensi regional tentang transportasi berkelanjutan.

Ia juga menulis artikel ilmiah tentang integrasi transportasi tradisional dalam perencanaan kota modern.

Publikasi tersebut kini sedang direview oleh jurnal internasional bidang perencanaan perkotaan.

Kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga kontributor aktif dalam penyelesaian masalah sosial.

Isu Becak Surakarta kini mendapat sorotan media lokal dan nasional, meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.

Penghargaan Best Speaker menambah profil Fidelma di kancah akademik dan membuka peluang kerja di lembaga pemerintahan atau LSM.

Saat ini, ia sedang menyiapkan proposal pendanaan untuk mengimplementasikan “Solo Becak Tour” secara pilot di tiga titik wisata utama kota.

Jika berhasil, model tersebut dapat direplikasi di kota-kota lain dengan transportasi tradisional serupa.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa diskusi antara pihak universitas, Djarum Foundation, dan pemerintah Surakarta sedang berlangsung untuk mewujudkan proyek tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.