Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tuban mengonfirmasi bahwa satu dari empat jemaah haji asal Tuban yang sempat menjalani perawatan intensif di Arab Saudi meninggal dunia. Jemaah bernama Siti Rokayah, tergabung dalam kloter 28 asal Kecamatan Merakurak, wafat pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).

Plt. Kepala Kemenhaj Tuban, Abdul Ghofur, menyampaikan rasa bela sungkawa mendalam kepada keluarga almarhumah. Jenazah Siti Rokayah telah disalatkan di Masjidil Haram, Mekkah, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Al-Mualla. “Kami mendoakan semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya, insyaallah beliau wafat dalam keadaan husnul khotimah dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.

Sementara itu, satu jemaah lainnya, Roikanah asal Kecamatan Singgahan, masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Kemenhaj Tuban terus berkoordinasi dengan petugas haji setempat untuk memantau kondisi kesehatannya. “Kami masih terus melakukan komunikasi dengan petugas yang ada di sana, semoga segera diberikan kesembuhan agar bisa segera pulang,” kata Abdul Ghofur.

Kabar baik datang dari dua jemaah lainnya, yaitu Niswatin asal Kecamatan Plumpang dan Masriah asal Kecamatan Singgahan. Keduanya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis dan sudah tiba di tanah air dengan selamat usai terbang bersama kloter 49 dan 50. “Alhamdulillah, dua jemaah Tuban yang kemarin sempat dirawat juga sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang. Semoga tetap diberikan kesehatan dan bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Abdul Ghofur memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan serta memantau perkembangan kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi hingga proses pemulangan berakhir. Dengan harapan, jemaah tersebut dapat segera kembali dan berkumpul bersama keluarga di tanah air.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.