Media Kampung – Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan minum. Perintah Allah untuk makan dan minum secukupnya merupakan pedoman yang jelas dalam Al-Quran dan hadis, yang bertujuan menjaga kesehatan serta membentuk karakter disiplin dan sederhana.
Landasan Al-Quran dan Hadis
Dalam Al-Quran, Allah SWT secara tegas memerintahkan manusia untuk makan dan minum, namun melarang sikap berlebihan. Firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 31 menyatakan, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” Ayat ini menjadi dasar utama bagi umat Islam untuk menerapkan pola konsumsi yang proporsional.
Selain Al-Quran, hadis Nabi Muhammad SAW juga memberikan tuntunan praktis. Rasulullah menganjurkan agar seseorang tidak memenuhi perutnya secara penuh, melainkan menyisakan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Ajaran ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual.
Manfaat Makan dan Minum Secukupnya
Ustaz Mansur, pengasuh Majelis Talim Nur Arofah, dalam program Mutiara Pagi menjelaskan bahwa makan dan minum secukupnya memiliki banyak manfaat. Pertama, menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit akibat kelebihan asupan. Kedua, membentuk karakter disiplin dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, menghindarkan dari perilaku berlebihan yang tidak disukai Allah.
Menurut Ustaz Mansur, sikap berlebihan dalam makan dan minum tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan spiritual. Orang yang terbiasa berlebihan cenderung sulit bersyukur dan rentan terhadap sifat tamak. Sebaliknya, kebiasaan sederhana dan cukup membawa ketenangan hati dan keberkahan hidup.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Menerapkan perintah Allah untuk makan dan minum secukupnya dapat dimulai dengan langkah sederhana. Misalnya, memilih porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan, tidak mengambil makanan melebihi kemampuan tubuh, serta membiasakan diri untuk berhenti sebelum kenyang. Dalam hal minum, dianjurkan untuk minum secara perlahan dan tidak berlebihan, terutama saat berbuka puasa atau setelah beraktivitas berat.
Kebiasaan ini juga sejalan dengan prinsip hidup sehat modern yang menganjurkan pola makan seimbang dan porsi terkontrol. Dengan demikian, ajaran Islam tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi masalah kesehatan kontemporer seperti obesitas dan gangguan metabolisme.
Hikmah di Balik Perintah
Perintah Allah untuk makan dan minum secukupnya mengandung hikmah yang mendalam. Selain menjaga kesehatan, ajaran ini mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Dengan tidak berlebihan, seseorang akan lebih menghargai makanan dan minuman yang ada, serta terhindar dari pemborosan.
Ustaz Mansur menekankan bahwa sikap sederhana dan tidak berlebihan merupakan bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang lebih seimbang dan berkah. Dalam konteks sosial, kebiasaan ini juga mencegah kesenjangan dan memupuk rasa empati terhadap mereka yang kekurangan.
Dengan memahami dan mengamalkan perintah ini, umat Islam tidak hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga meraih keberkahan dan ridha Allah SWT. Ajaran yang tampak sederhana ini sejatinya memiliki dampak besar bagi kualitas hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan