Suasana Sukacita Warnai Ibadah Perdana Keluarga Majelis GPM Sinar

Media Kampung – Pendeta Serly Tuwatanassy, Nara “Kasih Lebih Besar dari Segala Tantangan, Pesan Ibadah Perdana Keluarga Majelis GPM Sinar” menjadi tema sentral yang mengemuka dalam ibadah perdana keluarga Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Sinar. Acara yang berlangsung di kawasan pantai Supapei, Negeri Suli, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (30/5/26) ini dihadiri oleh seluruh anggota majelis dan keluarga besar jemaat, menghadirkan suasana penuh sukacita dan kebersamaan.

Refleksi Firman Tuhan sebagai Landasan Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MJ GPM Sinar, Pendeta Serly Tuwatanassy, Nara menyampaikan refleksi mendalam mengenai firman Tuhan yang diambil dari Kitab Yohanes 17 ayat 20-24. Pendeta Serly menegaskan pentingnya doa dalam kehidupan orang percaya, terutama bagi para pelayan gereja yang dipanggil untuk melayani jemaat dengan setia dan penuh tanggung jawab.

Walaupun ibadah dilaksanakan di alam terbuka dengan latar keindahan pantai, Pendeta Serly Tuwatanassy, Nara “Kasih Lebih Besar dari Segala Tantangan, Pesan Ibadah Perdana Keluarga Majelis GPM Sinar” mengingatkan bahwa hakekat ibadah tidak ditentukan oleh tempat, melainkan oleh kesungguhan hati dalam berjumpa dengan Tuhan. Hal ini menjadi fokus utama agar setiap peserta ibadah tetap menghadirkan perhatian penuh kepada Tuhan.

Tantangan Zaman dan Pentingnya Fokus dalam Ibadah

Pendeta Serly juga menyoroti tantangan zaman modern, khususnya perkembangan teknologi yang dapat mengalihkan fokus jemaat saat beribadah. Ia mengingatkan agar tidak membiarkan perhatian terpecah antara ibadah dan penggunaan telepon genggam, karena ibadah adalah perjumpaan yang membutuhkan kesungguhan hati dan perhatian penuh kepada Allah.

Kasih Sebagai Dasar Pelayanan dan Kekuatan Menghadapi Tantangan

Dalam khotbahnya, Pendeta Serly Tuwatanassy, Nara “Kasih Lebih Besar dari Segala Tantangan, Pesan Ibadah Perdana Keluarga Majelis GPM Sinar” menegaskan bahwa kasih adalah fondasi utama dalam pelayanan. Ia mengutip berbagai ayat Alkitab seperti 1 Korintus 13:4, 1 Yohanes 4:8, Matius 22:39, dan Matius 5:44 yang menekankan pentingnya kasih diwujudkan dalam tindakan nyata, kesabaran, pengampunan, dan kerelaan melayani sesama.

Pelayanan gereja tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk perbedaan pendapat dan situasi yang menguji kesabaran. Namun, kasih Kristus menjadi kekuatan yang memampukan setiap pelayan untuk bertahan, saling menopang melalui doa, perbuatan, dan tutur kata yang membangun.

Penguatan Komitmen Pelayanan Melalui Ibadah Perdana

Melalui ibadah perdana ini, Keluarga Majelis Jemaat GPM Sinar diteguhkan untuk terus membangun pelayanan yang berakar pada doa, persatuan, dan kasih. Pendeta Serly menegaskan bahwa kasih lebih besar dari segala tantangan, sehingga dengan kasih sebagai dasar, setiap persoalan dapat dihadapi dengan iman, kesabaran, dan pengharapan kepada Tuhan.

Doa yang diajarkan oleh Yesus tidak hanya untuk murid-murid pada masa itu, tetapi juga untuk seluruh orang percaya hingga saat ini. Oleh karena itu, membangun kehidupan doa menjadi fondasi penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun pelayanan gereja.

Kesimpulan

Pendeta Serly Tuwatanassy, Nara “Kasih Lebih Besar dari Segala Tantangan, Pesan Ibadah Perdana Keluarga Majelis GPM Sinar” membawa pesan yang sangat relevan dan menguatkan bagi seluruh jemaat. Kasih sebagai pusat pelayanan dan doa sebagai fondasi kehidupan rohani menjadi kunci utama agar pelayanan gereja dapat berjalan dengan baik meski menghadapi berbagai tantangan zaman. Ibadah perdana ini menjadi momentum berharga untuk mempererat persatuan, memperkuat komitmen, dan meneguhkan semangat pelayanan yang berlandaskan kasih Kristus demi kemuliaan nama Tuhan dan berkat bagi masyarakat sekitar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.