Media Kampung – Al Quran tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup, tetapi juga memiliki peran sebagai As Syifa atau penyembuh bagi penyakit hati dan fisik. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wonocolo, Istiqhomah, S.H.I., dalam kajian Cahaya Pagi Pro4 RRI Surabaya pada Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut Istiqhomah, Al Quran memiliki empat fungsi utama: petunjuk (Al-Huda), pembeda antara benar dan salah (Al-Furqan), pelajaran (Al-Mauidhah), dan penyembuh (As-Syifa). Keempat fungsi ini menjadi bekal bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT.
Fungsi Al Quran Sebagai As Syifa
Istiqhomah menjelaskan bahwa Al Quran merupakan penawar bagi penyakit hati seperti keraguan, kesombongan, dengki, dan kecemasan. Selain itu, dengan izin Allah, Al Quran juga menjadi sarana memohon kesembuhan dari penyakit fisik melalui bacaan dan doa yang benar.
Fungsi Al Quran sebagai As Syifa ditegaskan dalam sejumlah ayat, di antaranya QS. Al-Isra ayat 82, QS. Yunus ayat 57, dan QS. Fushshilat ayat 44. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Quran menjadi rahmat sekaligus penyembuh bagi orang-orang yang beriman.
Dua Aspek Penyembuhan dalam Al Quran
Para ulama menjelaskan bahwa makna penyembuhan dalam Al Quran mencakup dua aspek:
- Penyembuhan rohani: pembersihan hati dari penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong.
- Penyembuhan jasmani: ikhtiar memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui ayat-ayat suci.
Agar manfaat Al Quran dapat dirasakan secara optimal, umat Islam dianjurkan membangun interaksi yang intens dengan kitab suci tersebut melalui empat cara: mendengarkan bacaan Al Quran, membacanya dengan tartil, mentadabburi maknanya, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kunci Kesembuhan Melalui Al Quran
Istiqhomah menegaskan bahwa kesembuhan melalui Al Quran tidak hanya bergantung pada bacaan, tetapi juga memerlukan keimanan, keyakinan yang kuat, keikhlasan, dan kesungguhan dalam mengamalkan ajaran-ajarannya. Dengan demikian, Al Quran benar-benar menjadi rahmat dan penawar bagi kehidupan.
Melalui pemahaman ini, umat Islam diharapkan semakin dekat dengan Al Quran, menjadikannya sebagai pedoman sekaligus sumber ketenangan jiwa. Dengan memperkuat interaksi terhadap Al Quran, diharapkan lahir pribadi yang sehat secara spiritual, tangguh menghadapi persoalan hidup, serta senantiasa memperoleh rahmat dan petunjuk dari Allah SWT.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan