Media Kampung, Banyuwangi – Di Dusun Krajan 1, Desa Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, berdiri Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali yang memberikan layanan belajar Al-Quran secara gratis bagi anak-anak dan perempuan lansia. Rumah tahfidz ini didirikan pada 11 September 2022 oleh Keluarga Bani Imam Ghozali di atas lahan seluas sekitar 600 meter persegi.
Awalnya, Rumah Tahfidz ini lahir dari keinginan Almarhumah Hj. Sayyidah untuk menyediakan tempat mengaji bagi perempuan berusia di atas 50 tahun, yang sebelumnya jarang tersedia fasilitas serupa. Pada masa awal berdirinya, hanya sekitar lima lansia yang belajar mengaji, kebanyakan teman dan tetangga dekat almarhumah.
Seiring waktu, jumlah santri lansia terus bertambah hingga mencapai 96 orang saat ini. Santri lansia berusia antara 50-an hingga lebih dari 70 tahun, seluruhnya perempuan dan berasal dari berbagai desa dan kecamatan sekitar Banyuwangi. Selain itu, Rumah Tahfidz juga melayani anak-anak dengan jumlah santri mencapai 154 orang yang belajar setiap sore dan malam hari.
Program dan Layanan
Santri lansia belajar mengaji setiap Sabtu pagi dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB dalam kelompok berdasarkan kemampuan membaca Al-Quran, yaitu Kelompok A (sudah bisa membaca), Kelompok B (mulai bisa), dan Kelompok C (belum bisa membaca sama sekali). Tenaga pengajar berjumlah 13 orang yang terdiri dari 6 ustazah, 1 ustaz, dan 6 asisten ustazah.
Selain pengajaran Al-Quran, Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali menyediakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan, medical check up triwulanan, serta senam. Kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga dilakukan untuk mendukung program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Dukungan dan Pengelolaan
Semua biaya operasional, honor pengajar, dan kebutuhan santri ditanggung oleh keluarga besar almarhumah Hj. Sayyidah, sehingga seluruh layanan di Rumah Tahfidz ini gratis bagi peserta didik. Setelah wafatnya Hj. Sayyidah, pengelolaan rumah tahfidz ini diserahkan kepada sembilan saudaranya untuk melanjutkan visi tersebut.
Para santri lansia juga menunjukkan kepedulian sosial dengan rutin melakukan takziyah dan khotmil Al-Quran di rumah duka saat ada keluarga atau tetangga meninggal dunia, sebagai wujud solidaritas dan kemanusiaan.
Prestasi Santri
Banyak santri, baik lansia maupun anak-anak, yang tidak hanya mengaji tetapi juga menjadi penghafal Al-Quran. Beberapa lansia telah menghafal beberapa juz Al-Quran, sedangkan ada santri anak yang sudah hafal hingga 25 juz.
Salah satu santri lansia pertama, Nafiah Huda yang berusia 78 tahun, mengaku semangat terus belajar mengaji sejak awal dan kini sudah semakin lancar membaca Al-Quran. Semangat tersebut menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus belajar tanpa rasa malas.
Peresmian Resmi
Walaupun berdiri sejak 2022, Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali secara resmi diresmikan pada 30 Juli 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Dalam sambutannya, Akhmad menegaskan bahwa belajar tidak mengenal usia dan keberadaan Rumah Tahfidz ini sangat penting untuk menjaga kalamullah melalui penghafal Al-Quran dari berbagai usia.














Tinggalkan Balasan