Media Kampung – Aisyah Thisia Agustiar Sabran, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, menjadi sorotan publik setelah menerima banyak ucapan ulang tahun di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Perayaan ulang tahunnya yang ke-27 pada 21 Agustus 2026 ini menuai kritik karena dinilai kurang sensitif mengingat kondisi darurat yang sedang dihadapi masyarakat Kalteng.
Ucapan ulang tahun untuk Aisyah Thisia disampaikan secara serentak oleh beberapa akun resmi dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng, termasuk dinas kebudayaan dan pariwisata. Dalam ucapan tersebut, Aisyah disebut sebagai Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah dan diharapkan diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam mendampingi suaminya menjalankan tugas sebagai gubernur.
Kritik dari netizen muncul karena publikasi ucapan ulang tahun ini dianggap tidak berempati terhadap penderitaan masyarakat yang tengah berjuang melawan bencana karhutla. Beberapa komentar menyindir bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk merayakan, mengingat asap dan kebakaran yang mengancam wilayah Kalimantan Tengah.
Aisyah Thisia sendiri merupakan sosok yang sebelumnya dikenal sebagai Putri Pariwisata Kalteng 2020 dan berkarier di dunia pemodelan. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan Strata 2 (S2) di bidang Kenotariatan. Selain aktif dalam kegiatan sosial sebagai Ketua TP-PKK, ia dikenal memiliki gaya hidup yang cukup mewah dan kerap memamerkan koleksi barang branded di media sosialnya.
Di sisi lain, Gubernur Agustiar Sabran fokus memimpin berbagai upaya penanggulangan karhutla, termasuk menggelar salat istisqo untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi musim kemarau panjang yang memperparah kebakaran hutan.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah menjadi provinsi penyumbang titik panas terbanyak, sebanyak 767 titik. Kondisi ini memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya sensitivitas dan prioritas dalam komunikasi publik, terutama dalam situasi krisis yang berdampak luas bagi masyarakat. Publik berharap agar pemerintah daerah dapat lebih fokus pada penanganan bencana dan memberikan dukungan optimal kepada warga yang terdampak.















Tinggalkan Balasan