Media Kampung – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diperkirakan akan mengalami penguatan pada semester kedua tahun 2026. Faktor utama yang mendorong kenaikan harga ini adalah meningkatnya risiko pasokan akibat kondisi geopolitik global, pengaruh fenomena cuaca El Nio, serta tingginya permintaan biodiesel, khususnya dari Indonesia.

Faktor Risiko Geopolitik dan Peralihan Konsumen

<pRisiko geopolitik yang terus berlangsung, terutama gangguan pengiriman minyak bunga matahari dari kawasan Rusia dan Ukraina, berpotensi mengurangi pasokan minyak nabati alternatif. Hal ini mendorong konsumen global untuk beralih ke minyak sawit sebagai substitusi, sehingga mendukung permintaan CPO di pasar internasional.

Baca juga:

Pengaruh Fenomena El Nio terhadap Produksi Sawit

Fenomena El Nio yang diperkirakan mulai terasa pada bulan Oktober 2026 dapat menekan produktivitas kelapa sawit di Asia Tenggara. Dampak ini diperkirakan baru akan terlihat secara signifikan di tahun 2027 karena jeda waktu antara tekanan cuaca dan pengaruhnya pada produksi tandan buah segar serta output minyak sawit.

Akibatnya, proyeksi harga CPO untuk 2026 dan 2027 telah mengalami penyesuaian naik masing-masing sebesar RM50 per ton, dengan estimasi harga rata-rata pada RM4.450 dan RM4.550 per ton.

Dukungan Permintaan dari Kebijakan Biodiesel Indonesia

Kebijakan mandatori biodiesel B50 di Indonesia menjadi faktor penting yang meningkatkan kebutuhan dalam negeri terhadap minyak sawit. Program ini diprediksi memperketat pasokan CPO untuk pasar global sekaligus mendongkrak konsumsi domestik.

Baca juga:

Selain itu, revisi proyeksi produksi minyak sawit Indonesia oleh USDA menunjukkan penurunan produksi menjadi 47,2 juta ton pada periode 2026-2027, dengan stok yang menyusut sekitar 28 persen menjadi 3,1 juta ton. Kondisi ini turut memperkuat keseimbangan pasar global minyak sawit.

Tekanan dari Persediaan Tinggi di Malaysia

Meski prospek harga positif, tingginya stok minyak sawit di Malaysia tetap menjadi faktor pembatas kenaikan harga dalam jangka pendek. Pada Juli 2026, persediaan minyak sawit Malaysia mencapai 2,63 juta ton, melebihi ekspektasi pasar, sehingga menimbulkan tekanan pada harga CPO.

Dampak pada Pasar Saham Sektor Perkebunan

Kondisi pasar CPO yang diperkirakan menguat memberikan peluang positif bagi saham-saham sektor perkebunan kelapa sawit. Investor dapat melihat potensi kenaikan nilai saham terkait dengan prospek permintaan yang kuat dan risiko pasokan yang ketat.

Baca juga:

Dengan pertimbangan tersebut, penguatan harga CPO di semester dua 2026 menjadi salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar dan pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit.