Media Kampung, Padang Pariaman – Pemerintah memastikan pembangunan kembali Jembatan Kayu Gadang Sikabu di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman akan segera dilaksanakan. Jembatan yang vital bagi akses masyarakat Sikabu ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp47,5 miliar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun anggaran 2026.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan yang telah dua kali mengalami kerusakan akibat banjir tersebut akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan. Kelengkapan administrasi dan rekomendasi teknis telah terpenuhi sehingga proyek ini masuk dalam program Inpres Jalan Daerah tahun 2026 dan diharapkan pengerjaannya dapat dimulai akhir tahun ini atau awal 2027.
Peran dan Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Padang Pariaman, John Kennedi Azis, mengapresiasi dukungan Andre Rosiade dan pihak terkait yang berperan aktif dalam memperjuangkan pembangunan kembali jembatan ini. Ia menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi masyarakat Sikabu karena tanpa jembatan, warga harus memutar sekitar 10 kilometer untuk mengakses jalan lain.
John Kennedi juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek agar hasil pembangunan jembatan berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Proses dan Desain Pembangunan
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan menggunakan anggaran Rp47,5 miliar yang berasal dari APBN melalui skema Inpres Jalan Daerah. Saat ini, proses administrasi dan penganggaran sedang berjalan, dan setelah SK serta anggaran diterbitkan, proses tender akan segera dilakukan.
Desain pembangunan jembatan mempertimbangkan pengalaman kerusakan sebelumnya. BPJN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Balai Teknik Sungai untuk mendapatkan rekomendasi teknis, khususnya terkait sistem proteksi jembatan dan kedalaman fondasi. Hal ini bertujuan mengantisipasi kerusakan akibat bencana banjir seperti yang terjadi pada 2017 dan 2022.
Latar Belakang Kerusakan Jembatan
Jembatan Kayu Gadang Sikabu pertama kali rusak akibat banjir pada tahun 2017. Saat itu, Andre Rosiade yang belum menjabat sebagai anggota DPR RI, ikut membantu menyampaikan kondisi tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jembatan kemudian dibangun ulang pada 2019 dengan dana hibah BNPB sebesar sekitar Rp26 miliar.
Namun, jembatan kembali roboh pada 2022 setelah kurang lebih dua tahun digunakan. Kondisi ini mendorong pemerintah dan DPR RI untuk memastikan pembangunan kembali jembatan dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap potensi bencana banjir di daerah tersebut.
Manfaat Jembatan bagi Masyarakat Sikabu
Keberadaan Jembatan Kayu Gadang Sikabu sangat vital karena menjadi akses utama bagi warga Nagari Sikabu dan sekitarnya. Tanpa jembatan ini, warga harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dan memutar sekitar 10 kilometer untuk mencapai jalan alternatif terdekat.
Pembangunan jembatan yang kokoh dan tahan bencana diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.













Tinggalkan Balasan