Media Kampung, Pesisir Selatan – Pembangunan tiga dari lima jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, resmi rampung dan telah dapat dimanfaatkan masyarakat. Hal ini dipastikan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, saat kunjungannya ke Jembatan Gantung Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kamis (20/8/2026).

Andre Rosiade menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan ini merupakan bukti nyata dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkannya melalui pemerintah pusat. Dari lima jembatan gantung yang diusulkan untuk dibangun di wilayah tersebut, tiga sudah selesai, sementara dua lainnya ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Baca juga:

Pentingnya Rehabilitasi Infrastruktur Pascabencana

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumatera Barat yang didukung oleh pemerintah pusat, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp18 triliun secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2028 untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana di daerah ini.

Andre menjelaskan bahwa sekitar Rp4,8 triliun dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk sektor jalan nasional yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan digunakan untuk berbagai daerah, termasuk Pesisir Selatan.

Detail Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang

Jembatan Gantung Koto Rawang, yang sebelumnya hancur akibat bencana galodo yang menelan korban jiwa, telah selesai dibangun dengan panjang sekitar 100 meter. Pembangunan dimulai pada Desember 2025 dan selesai pada Agustus 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp7,049 miliar.

Baca juga:

Proyek ini meliputi berbagai pekerjaan struktur seperti dinding sumuran, beton pylon, bronjong, pemasangan rangka jembatan, lantai jembatan, dan elemen struktural lainnya. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 365 hari kalender setelah serah terima pekerjaan.

Jembatan ini khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat hanya diperbolehkan melintas dalam kondisi darurat, seperti ambulans, untuk menjaga umur jembatan sesuai rencana.

Peran dan Harapan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Kepala Dinas PUPR Pesisir Selatan, Jaferi, memberikan apresiasi kepada Andre Rosiade atas komitmen dan pengawalan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Selain tiga jembatan gantung yang sudah rampung, Pemkab Pesisir Selatan telah mengajukan proposal rehabilitasi untuk delapan jembatan tambahan yang rusak akibat bencana alami tahun 2024 dan 2025.

Baca juga:

Pj Wali Nagari Koto Rawang, Safrul, dan tokoh pemuda setempat juga menyampaikan terima kasih atas perjuangan Andre yang membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat yang selama ini terdampak bencana dan kondisi jembatan lama yang tidak layak dan berbahaya.

Lanjutan Pengawalan dan Dukungan Infrastruktur

Andre Rosiade menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang bukanlah akhir dari perjuangan. Ia meminta pemerintah daerah terus menyampaikan kebutuhan infrastruktur agar dapat diperjuangkan secara bertahap melalui koordinasi dengan BPJN Sumbar dan pemerintah pusat.

Dengan pengawalan intensif dan sinergi yang terus terjaga, diharapkan pembangunan dan perbaikan jembatan penyeberangan di Pesisir Selatan dapat berjalan lancar, mendukung pemulihan akses mobilitas, pendidikan, serta perekonomian masyarakat secara menyeluruh.