Media Kampung, Pesisir Selatan – Pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok 1 di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini memasuki tahap akhir dan dijadwalkan rampung dalam waktu dekat. Proyek senilai sekitar Rp10,5 miliar ini dibangun kembali setelah jembatan lama putus akibat banjir pada awal 2024.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, turut mengawal realisasi pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat. Bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, Andre melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan lancar.
Realisasi Aspirasi Masyarakat
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan kepada Andre Rosiade. Jembatan gantung dengan panjang 100 meter dan lebar jalur 1,8 meter ini menggunakan rangka baja tipe rigid simetris tiga panel, dirancang untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat bencana banjir pada Maret 2024.
Andre menegaskan bahwa proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun infrastruktur yang mendukung kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, dan jajaran BPJN Sumbar atas kerja keras mereka dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Perbaikan Fasilitas dan Respons Aspirasi Lanjutan
Tidak hanya memastikan pembangunan fisik jembatan, Andre juga menampung aspirasi lanjutan dari masyarakat selama kunjungannya. Beberapa kebutuhan yang direspons antara lain pemasangan pagar pengaman untuk mencegah kecelakaan anak-anak yang bermain di sekitar jembatan dan penambahan lampu tembak di bagian tengah jembatan demi meningkatkan penerangan dan keamanan pada malam hari.
Selain itu, masyarakat mengajukan permintaan pengerasan jalan menuju pandam kuburan di kawasan tersebut. Andre menyatakan kesiapannya membantu dengan menyumbangkan 400 sak semen dan mengajak pemerintah nagari bersama masyarakat untuk bergotong royong dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Peran Pemerintah Daerah dan BPJN
Wali Nagari Duku, Eridal, mengapresiasi dukungan dari Andre Rosiade dan pemerintah pusat maupun daerah yang telah membantu membangun kembali jembatan tersebut. Ia menilai jembatan ini sangat penting bagi kelancaran akses masyarakat setelah jembatan lama terputus akibat banjir. Eridal juga kembali mengajukan permohonan bantuan untuk pengerasan akses menuju pandam kuburan milik beberapa suku di Nagari Duku.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa progres fisik dan keuangan pembangunan jembatan hampir mencapai 100 persen. Pekerjaan penyelesaian masih dilakukan dengan target rampung dalam waktu dekat. Proyek ini merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah, BPJN Sumbar, pemerintah kecamatan, dan nagari dalam peninjauan ini menunjukkan sinergi lintas pemerintahan dalam memastikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat tuntas dan tepat guna.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok 1, akses penghubung masyarakat Duku dan sekitarnya kembali pulih dan lebih aman. Infrastruktur ini tidak hanya memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dan pertanian di Kampung Tarusan dan Duku.
Bagi Andre Rosiade, keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari komitmennya mengawal aspirasi masyarakat Sumatera Barat agar terealisasi secara nyata di lapangan, serta memastikan perhatian pemerintah pusat terus mengalir ke daerah-daerah yang membutuhkan.














Tinggalkan Balasan