Media Kampung, Palembang – Pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan enam helikopter water bombing. Penambahan armada udara ini merupakan upaya strategis mengatasi kebakaran yang kian meluas di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Peningkatan eskalasi kebakaran memicu dampak signifikan, termasuk penurunan kualitas udara dan munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan bahwa helikopter tambahan baru saja tiba di Palembang pada Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk memperkuat operasi pemadaman.
Peran Helikopter Water Bombing dalam Penanganan Karhutla
Helikopter water bombing memiliki peran penting karena kemampuan menjangkau titik api yang sulit diakses oleh tim pemadam di darat. Dengan kapasitas membasahi area kebakaran dari udara, armada ini mempercepat proses pemadaman dan mengurangi risiko meluasnya api.
Sudirman menekankan bahwa penggunaan helikopter sangat diperlukan mengingat tidak semua lokasi kebakaran dapat dijangkau secara efektif melalui jalur darat. Saat ini, enam unit helikopter water bombing telah disiagakan, dan BPBD Sumsel masih menunggu tambahan satu unit lagi dari pemerintah pusat.
Usulan Penambahan Armada dan Dampak Karhutla
Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengusulkan penambahan dua helikopter untuk memperkuat operasi selama puncak musim kemarau, guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Penambahan armada udara ini menjadi bagian dari strategi terpadu melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dampak dari karhutla tidak hanya kerusakan lingkungan tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan warga. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pemadaman menjadi prioritas penting dalam penanganan bencana ini.
Upaya Terpadu Menghadapi Karhutla
Penggunaan helikopter water bombing merupakan bagian dari upaya terpadu yang melibatkan berbagai instansi. Selain pemadaman udara, tim darat terus melakukan patroli dan penanganan di lokasi kebakaran untuk memastikan api tidak menyebar lebih luas.
Langkah ini didukung oleh koordinasi antara BPBD, BNPB, pemerintah daerah, dan aparat terkait agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara efektif dan cepat.
Dengan kesiagaan armada udara dan dukungan tim di lapangan, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dapat dikendalikan sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalisir.














Tinggalkan Balasan