Media Kampung – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Luh Sumarni Juliartini, mengajak umat Hindu untuk menjadikan ajaran Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman hidup. Ajaran ini menekankan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai fondasi membangun karakter pribadi dan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, serta harmonis.

“Secara sederhana, Tri Kaya Parisudha berarti berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik,” ujar Juliartini dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Senin (20/7/2026).

Baca juga:

Apa Itu Tri Kaya Parisudha?

Tri Kaya Parisudha berasal dari bahasa Sanskerta. “Tri” berarti tiga, “Kaya” berarti perilaku atau perbuatan, dan “Parisudha” berarti suci atau disucikan. Jadi, Tri Kaya Parisudha adalah tiga perilaku yang harus disucikan, yaitu pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Pikiran sebagai Sumber Utama

Menurut Juliartini, pikiran merupakan sumber utama yang memengaruhi ucapan dan tindakan manusia. Oleh karena itu, pengendalian pikiran menjadi langkah pertama dalam mengamalkan Tri Kaya Parisudha.

Ia mengutip ajaran Weda yang mengingatkan pentingnya menjaga pikiran agar tetap tenang, dipenuhi kasih sayang, mampu mengendalikan iri hati, serta senantiasa diarahkan pada kebajikan melalui disiplin dan pengendalian diri.

“Dengan adanya pikiran yang baik akan timbul perkataan yang baik sehingga terwujud perbuatan yang baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seseorang perlu membiasakan diri berpikir positif, rajin bekerja, mudah memaafkan, dan mengendalikan hawa nafsu agar mampu menjadi pribadi yang berbudi luhur sesuai tuntunan Dharma.

Menjaga Ucapan

Selain pikiran, Juliartini mengingatkan pentingnya menjaga ucapan karena setiap kata memiliki konsekuensi terhadap kehidupan seseorang. Ia mengutip ajaran Nitisastra yang menjelaskan bahwa perkataan dapat mendatangkan kebahagiaan, persahabatan, kesulitan, bahkan bencana.

Baca juga:

“Janganlah sembarangan berbicara karena setiap perkataan dapat menimbulkan akibat baik maupun buruk,” tegasnya.

Oleh karena itu, setiap orang harus berbicara dengan sopan, jujur, dan penuh pertimbangan.

Perbuatan Baik dan Hukum Karma

Juliartini juga menekankan bahwa perbuatan baik akan melahirkan karma yang baik, sedangkan perbuatan buruk akan menghasilkan karma buruk. Umat Hindu didorong untuk selalu mengutamakan kebajikan dalam setiap tindakan.

Pada akhir pemaparannya, ia mengajak masyarakat menerapkan Tri Kaya Parisudha secara konsisten melalui penyucian pikiran, pengendalian ucapan, dan perbuatan yang selaras dengan ajaran Dharma.

“Mari kita menerapkan Tri Kaya Parisudha sesuai kemampuan masing-masing agar kehidupan menjadi lebih damai, harmonis, dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun sesama,” tutupnya.