Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,24% dalam sepekan terakhir, ditutup di level 6.175 pada akhir pekan lalu. Penguatan ini didorong oleh aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp 442,05 miliar, membalikkan tren jual bersih sebesar Rp 1,73 triliun pada pekan sebelumnya.

Saham-saham perbankan dan pertambangan menjadi primadona. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net buy asing tertinggi sebesar Rp 557,1 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 244 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 237,4 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 139 miliar. Kenaikan harga saham BMRI sebesar 9,8% dalam sepekan turut mendongkrak IHSG hingga 32,66 poin.

Baca juga:

Di sisi lain, investor asing melepas saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp 187,9 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 96,5 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 93,6 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 67,7 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, melaporkan rata-rata nilai transaksi harian meningkat 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun, volume transaksi naik 27,75% menjadi 26,17 miliar saham, dan frekuensi transaksi naik 24,60% menjadi 2,33 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun.

Baca juga:

Meski demikian, secara year-to-date investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 75,71 triliun. Penguatan IHSG pekan lalu juga ditopang oleh saham-saham bank jumbo seperti BBCA yang naik 4,86% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 6,45%.

Memasuki pekan ini, analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resistance 6.264. Rekomendasi saham yang menonjol antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Namun, investor tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi jika IHSG gagal bertahan di atas support 6.125.

Baca juga: