Media Kampung, Denpasar – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali masih berupaya menyalurkan 1.480 peserta didik yang belum memperoleh bangku di SMA atau SMK negeri setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir. Proses penyaluran dilakukan dengan memanfaatkan sisa kuota di sekolah negeri dan menggandeng sekolah swasta.

Hingga saat ini, sebanyak 1.087 peserta didik telah berhasil memperoleh sekolah melalui penyaluran lanjutan. Rinciannya, 731 siswa diterima di SMA negeri dan 356 siswa di SMK negeri. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasadi.

Baca juga:

“Masih ada (siswa tercecer), baru tersalurkan untuk SMA tahap pertama 731 siswa dan SMK tahap pertama 356 siswa,” ujarnya.

Data Daya Tampung Sekolah Negeri

Berdasarkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, tingkat keterisian SMA negeri di Bali mencapai rata-rata 70,87 persen atau 21.483 siswa dari total daya tampung 30.314 kursi. Sementara itu, keterisian SMK negeri mencapai 77,62 persen dengan 19.283 siswa diterima dari 24.844 kursi yang tersedia.

Masih terdapat sisa kursi kosong di sejumlah sekolah negeri yang menjadi sasaran penempatan siswa yang belum tertampung.

Baca juga:

Proses Penyaluran Berkelanjutan

Disdikpora Bali terus memetakan sekolah-sekolah yang masih memiliki kursi kosong agar proses penyaluran dapat berjalan lebih cepat. Penempatan siswa dilakukan dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah dan domisili calon peserta didik.

“Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan sisa daya tampung di masing-masing sekolah serta domisili calon peserta didik,” kata Komang Agus.

Hingga saat ini, 1.480 peserta didik yang belum mendapatkan sekolah menjadi prioritas penanganan Disdikpora Bali bersama sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh siswa dapat mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.

Baca juga:

Proses penyaluran masih terus berlangsung dan diharapkan segera tuntas agar tidak ada siswa yang tertinggal.