Media Kampung, Jakarta – Tenun Lintau, kain tradisional khas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mulai menembus pasar internasional. Pengusaha dari Timur Tengah telah datang langsung ke sentra tenun di Lintau dan membeli produk dalam jumlah besar. Hal ini menjadi sinyal positif bagi potensi ekspor tenun Lintau.
Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Lintau Buo IX Koto (IKLB), Fasli Jalal, mengungkapkan kabar tersebut dalam Silaturahmi Akbar IKLB IX Koto Jabodetabek di Gedung Swasana BRIN Thamrin Convention Hall, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2026). Menurut Fasli, dukungan para perantau selama ini telah mendorong berkembangnya sentra tenun Lintau yang kini mampu memberikan pelatihan kepada masyarakat dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, berkat dukungan tokoh-tokoh dan perantau kita, sentra tenun Lintau terus berkembang. Bahkan, informasi terakhir ada pengusaha dari Timur Tengah yang datang dan membeli produk tenun Lintau dalam jumlah cukup besar,” ujar Fasli.
Peran Perantau dalam Pengembangan Ekonomi Daerah
Silaturahmi Akbar IKLB IX Koto Jabodetabek yang bertema “Manjopuik Raso, Merawat Silaturahmi, Basamo Kito Mambangun Nagari” ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kontribusi perantau terhadap pembangunan kampung halaman. Fasli mendorong seluruh perantau untuk terus memperkuat kontribusi agar potensi ekspor tenun Lintau dapat dioptimalkan secara maksimal.
Tak hanya tenun, kontribusi perantau juga telah menghasilkan berdirinya sebuah universitas di Lintau. Fasli berharap masyarakat memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi tersebut sebagai tempat melanjutkan pendidikan anak-anak mereka.
Apresiasi Bupati Tanah Datar
Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir langsung dalam acara ini mengapresiasi keterlibatan pelaku usaha asal Lintau IX Koto yang turut berpromosi. Ia menyebut produk seperti sate, lontong, soto, lapek sarikayo, dan kerupuk kuah khas Lintau yang dipamerkan menjadi bentuk promosi nyata produk unggulan daerah di Jabodetabek.
“Dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan bersama. Kami menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Lintau IX Koto yang terus terjaga baik di ranah maupun di perantauan,” ujar Eka Putra.
Silaturahmi Akbar IKLB: Merawat Persaudaraan
Ketua IKLB IX Koto Jabodetabek Pahlevi Dt. Rajo Lelo Angso mengatakan silaturahmi akbar ini bukan sekadar ajang pertemuan tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan sesama perantau. “IKLB selama ini aktif melaksanakan kegiatan sosial membantu sanak saudara yang mengalami musibah maupun kesulitan di perantauan,” ujarnya.
Acara tersebut juga menampilkan prosesi adat Manjopuik Marapulai dan berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau. Kehadiran Ny. Mufidah Jusuf Kalla bersama ratusan perantau Lintau IX Koto se-Jabodetabek menjadikan silaturahmi akbar ini sebagai salah satu pertemuan diaspora Minangkabau terbesar di ibu kota tahun ini.
Dengan semakin terbukanya pasar ekspor, tenun Lintau diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan yang mendongkrak perekonomian masyarakat Tanah Datar. Dukungan dari perantau dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi tersebut.













