Kebun Raya Bali Perkuat Peran Konservasi dan Edukasi
Media Kampung, Kebun Raya Bali terus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi tumbuhan pegunungan tropis yang memadukan fungsi penelitian, edukasi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Berlokasi di kawasan Bedugul dengan panorama Danau Beratan, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga ruang pembelajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat secara luas. Sebagai salah satu kebun raya terbesar di Indonesia, Kebun Raya Bali mengusung filosofi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya dalam setiap aktivitasnya. Konsep ini menjadi landasan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali.
BRIN: Konservasi Tanggung Jawab Bersama
Pelaksana Tugas Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Djoko Nugroho, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pengelola kawasan. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap upaya konservasi, edukasi, dan menumbuhkan rasa cinta lingkungan tidak hanya menjadi milik BRIN, tetapi juga menjadi milik masyarakat seutuhnya. Kebun Raya bukan hanya tanggung jawab kami dan para mitra, tetapi juga para pengunjung serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kelestariannya,” ujarnya.
Program Berbasis Alam dan Budaya
Pihak pengelola Kebun Raya Bali menekankan bahwa kawasan konservasi ini terus dikembangkan sebagai ruang yang mampu mempertemukan pelestarian keanekaragaman hayati dengan kekayaan budaya lokal. Berbagai program edukasi dan aktivitas berbasis alam dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk berekreasi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem pegunungan.
“Melalui semangat Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya, kami ingin menghadirkan Kebun Raya Bali sebagai ruang yang menyatukan konservasi, edukasi, budaya, dan rekreasi sehingga masyarakat dapat merasakan langsung pentingnya menjaga alam sekaligus menghidupkan warisan budaya Bali,” ucapnya.
HUT ke-67 Kebun Raya Bali
Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kebun Raya Bali yang mengusung tema “Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya”. Rangkaian kegiatan yang digelar pada 11, 12, dan 15 Juli 2026 menghadirkan berbagai aktivitas budaya, edukasi, kuliner, wellness, hingga konservasi sebagai sarana mengajak masyarakat menikmati kekayaan alam dan tradisi Bali secara utuh.
Ke depan, Kebun Raya Bali diharapkan mampu terus menjadi contoh pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian flora pegunungan tropis serta memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.






















Tinggalkan Balasan