Media Kampung, Peran komisaris di berbagai perusahaan tengah menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Mulai dari tanggung jawab Komisaris Utama PAM JAYA dalam kasus kecelakaan kerja hingga pengangkatan relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka sebagai komisaris di anak usaha BUMN jalan tol, isu ini menghiasi pemberitaan nasional.
Berikut rangkuman peristiwa terkait komisaris yang menjadi perhatian:

Komisaris Utama PAM JAYA Minta Investigasi Kecelakaan Kerja
Komisaris Utama PT PAM JAYA (Perseroda), Prasetyo Edi Marsudi, angkat bicara terkait tewasnya tiga pekerja subkontraktor PT Moya Indonesia di dalam gorong-gorong di kawasan Jalan Pintu III TMII, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis, 9 Juli 2026. Ketiga pekerja diduga meninggal akibat kekurangan oksigen atau terpapar gas berbahaya saat bekerja di ruang terbatas (confined space).
Prasetyo mendesak PT Moya Indonesia untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. PAM JAYA juga berencana memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia serta mengambil langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama yang berlaku. Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, turut mengawal dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek tersebut.
Relawan Gibran Diangkat Jadi Komisaris Jasamarga Tollroad
Nama Yudha Wasita Kartika Putra atau Yudha WK Putra viral setelah resmi diangkat sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada akhir Juni 2026.

Yudha dikenal sebagai Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara, organisasi relawan yang mendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi yang sama. Proses usulan dan seleksi Yudha hingga kini belum dijelaskan secara terbuka oleh pihak JMTO maupun Jasa Marga.
Hutama Karya Tambah Komisaris Baru
PT Hutama Karya (Persero) melakukan perubahan susunan dewan komisaris dengan menambah Akhmad Syamsuddin sebagai komisaris yang diangkat pada 9 Juli 2026. Komisaris lainnya tetap bertahan, termasuk Denny Abdi sebagai Komisaris Utama. Perubahan ini merupakan pembaruan data kepengurusan sesuai keputusan pemegang saham dan diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Eks Komisaris PT PAP Dipanggil KPK dalam Kasus Rita Widyasari
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Komisaris PT Pratama Andalan Persada (PAP) periode 2016–2018 berinisial RE sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi terkait produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjerat mantan Bupati Rita Widyasari. Selain RE, KPK juga memanggil dua pegawai PT Putra Perkasa Abadi (PPA) untuk diperiksa pada Senin, 13 Juli 2026.

Anak Pendiri PAM Group Mundur dari Komisaris BSBK
Clarissa Ady Sumasto Tjia, anak konglomerat properti Adi Sumasto Tjia, mengundurkan diri dari jabatan Komisaris PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK). Surat pengunduran diri diterima pada 8 Juli 2026 dan efektif menunggu persetujuan RUPS. Clarissa menguasai 39,85% saham BSBK dan merupakan generasi kedua pengendali PAM Group yang menaungi bisnis properti dan perhotelan.



















Tinggalkan Balasan