Media Kampung, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Bondowoso Digital Day di Alun-Alun Ki Bagus Asra sebagai upaya mempercepat digitalisasi transaksi di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan mulai 14 Juli 2026 ini bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional dan melibatkan sekitar 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain menghadirkan bazar UMKM dan hiburan rakyat, acara ini juga menampilkan berbagai layanan digital milik pemerintah daerah dan sektor perbankan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan kemudahan transaksi nontunai serta layanan pemerintahan berbasis digital.

Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Resmi Dimulai!
Baca juga:
Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Resmi Dimulai!

Mendorong Digitalisasi di Bondowoso

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, penyelenggaraan Bondowoso Digital Day merupakan langkah pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital. Menurutnya, tingkat penggunaan transaksi digital di Bondowoso masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan transformasi digital yang telah diterapkan pemerintah.

”Jadi, kalau pemerintahannya sudah digital tetapi masyarakatnya tidak ikut, kan, timpang. Ini adalah bentuk sosialisasi ke masyarakat,” ujar Hamid. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan mendekatkan layanan pembayaran pajak secara digital serta memperkenalkan sistem manajemen pemerintahan yang telah terintegrasi berbasis digital. Karena itu, seluruh UMKM yang mengikuti kegiatan didorong untuk menyediakan pilihan pembayaran digital bagi para pelanggan.

Dispendik Bondowoso Kaji Pengangkatan Kepsek Nonreguler untuk Atasi Kekurangan
Baca juga:
Dispendik Bondowoso Kaji Pengangkatan Kepsek Nonreguler untuk Atasi Kekurangan

Edukasi dan Layanan Digital

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso Selamet Yantoko mengatakan, Bondowoso Digital Day merupakan bentuk dukungan terhadap program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sekaligus perluasan digitalisasi untuk meningkatkan indeks digital daerah. Menurut Selamet, edukasi kepada pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam memperluas penggunaan transaksi nontunai di Bondowoso.

Sebanyak 200 pelaku UMKM yang terlibat diberikan pemahaman agar mampu melayani pembayaran secara digital. ”Ini perlu edukasi dan proses,” kata Selamet. Ia menambahkan, Bapenda Bondowoso telah mengembangkan sejumlah layanan pembayaran pajak secara nontunai yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan tersebut. Layanan itu meliputi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui portal digital maupun QRIS, serta layanan E-SPPT, E-STTS, dan E-SPTPD yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

Wali Kota Cup 2026 Ditutup, Potensi Ikan Hias Banjarmasin Makin Bersinar dan Menjanjikan
Baca juga:
Wali Kota Cup 2026 Ditutup, Potensi Ikan Hias Banjarmasin Makin Bersinar dan Menjanjikan

”Di sini kami bersama pihak perbankan nanti juga akan dibantu oleh Diskominfo untuk proses integrasinya,” pungkasnya.