Media Kampung – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI (Pusdiklat MA) melakukan audiensi ke Pusat Pengembangan Kompetensi Penyiaran Radio (Pusbangkom RRI) di Gedung Multiplatform Broadcasting Center, Depok, Jumat, 5 Juni 2026. Audiensi ini bertujuan mempelajari sistem penilaian pelatihan berbasis digital yang diterapkan Pusbangkom RRI sebagai upaya peningkatan kualitas pelatihan kepemimpinan di lingkungan MA.
Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan MA RI, Furqonsjah Harahap, mengungkapkan bahwa masih terdapat disparitas penilaian dalam pelaksanaan pelatihan yang perlu diminimalkan. Karena itu, pihaknya ingin mempelajari mekanisme yang diterapkan di RRI secara mendalam, mulai dari aplikasi, penginputan nilai, pengolahan data, hingga penyusunan laporan.
Furqonsjah mengapresiasi kemampuan Pusbangkom RRI dalam mengembangkan sistem yang lincah dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan organisasi. Menurutnya, sistem yang objektif dan terintegrasi sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelatihan, sehingga pengalaman Pusbangkom RRI dinilai dapat menjadi referensi bagi MA.
Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan MA RI, Martono Udjianto R., menyampaikan bahwa pengalamannya saat menjadi penguji di RRI tahun lalu menjadi salah satu alasan studi banding ini. Ia melihat format penilaian di RRI cukup baik dan beberapa konsepnya sangat memungkinkan untuk diadaptasi di instansinya.
Martono menilai mekanisme penilaian yang diterapkan Pusbangkom RRI telah berjalan efektif, sehingga tim evaluasi MA memutuskan untuk melakukan pembelajaran secara langsung. Audiensi ini juga menjadi ajang saling bertukar pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan sistem evaluasi pelatihan berbasis teknologi.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pengawas Enderiman Butar Butar, serta Kepala Pusbangkom Penyiaran Radio Ade Irosadi beserta jajaran. Audiensi diharapkan menjadi langkah awal mempererat kolaborasi antarinstansi pemerintah guna mendukung tata kelola pelatihan yang profesional dan objektif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan