Media KampungKementerian Haji dan Umrah memberikan apresiasi atas kepatuhan jemaah haji Indonesia dalam melakukan pembayaran dam secara tertib dan sesuai ketentuan pada musim haji tahun 2026. Pembayaran dam dilakukan baik melalui mekanisme resmi di Arab Saudi maupun melalui sistem yang berlaku di Indonesia.

Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran jemaah dalam menjalankan kewajiban dam secara aman dan teratur. “Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam. Pembayaran dilakukan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan,” jelas Maria dalam keterangan pers yang disampaikan melalui kanal YouTube resmi kementerian pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 145.341 jemaah telah melunasi pembayaran dam. Dari jumlah tersebut, 102.364 jemaah membayar dam langsung di Arab Saudi melalui lembaga resmi Adahi yang terintegrasi dengan aplikasi Nusuk, sementara 38.992 jemaah lainnya memanfaatkan mekanisme pembayaran di Indonesia.

Pemerintah menetapkan nilai dam sebesar 720 riyal Saudi atau sekitar Rp3.358.620 per jemaah. Untuk memudahkan proses pembayaran, kementerian juga mengoperasikan sistem jemput bola di mana petugas haji mendatangi kamar jemaah di hotel, sehingga tidak memberatkan jemaah selama berada di Arab Saudi. Pilihan pembayaran di Indonesia tetap tersedia bagi jemaah yang ingin memanfaatkan layanan tersebut.

Maria menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan dana dam agar sesuai dengan syariat dan memberi kepastian bagi seluruh jemaah. Langkah ini bertujuan memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan aman tanpa kendala administratif terkait dam.

Selain itu, data operasional terakhir mencatat kedatangan sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari total 202.551 jemaah dan 2.098 petugas haji di Makkah. Tidak ketinggalan, 16.596 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Maria menegaskan seluruh jemaah haji Indonesia kini telah berada di Arab Saudi. Pemerintah selanjutnya akan fokus pada persiapan pelaksanaan puncak ibadah haji di lokasi utama seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang menjadi titik krusial dalam rangkaian ibadah haji.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.