Media Kampung – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatur jalur khusus yang aman bagi jemaah haji Indonesia saat melaksanakan lempar jumrah di Mina. Dua terowongan disiapkan sebagai jalur satu arah agar pergerakan jemaah terutama dari lantai tiga Mina lebih teratur dan terhindar dari risiko bentrokan selama prosesi ritual tersebut.
Koordinator Satop Armuzna PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa pengaturan jalur ini bertujuan menjaga keamanan jemaah dan memudahkan arus lalu lintas manusia. Setelah selesai melempar jumrah, jemaah diarahkan kembali ke tenda melalui jalur yang berbeda, yakni berputar menuju Terowongan Muaisim lewat pintu keluar khusus. Harun mengimbau jemaah agar selalu bertanya kepada petugas mengenai arah kembali ke tenda guna menghindari kebingungan.
Persiapan jalur tersebut telah dimulai sejak 17 Mei 2026 dengan pengecekan langsung oleh petugas PPIH di lapangan. Jalur ini dimulai dari tenda terdekat di Zona 3 menuju area jamarat dan khusus diprioritaskan bagi jemaah yang menempati lantai tiga Mina. Dua terowongan yang digunakan juga dilengkapi fasilitas eskalator dan pos kesehatan di tengah jalur untuk membantu kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Pengaturan jalur pergi dan pulang dibuat berbeda agar tidak terjadi persilangan arus manusia, sehingga mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan. Selain itu, petugas di lokasi secara aktif mengarahkan jemaah sesuai tujuan setelah prosesi lempar jumrah selesai. Jemaah yang melakukan tanazul akan diarahkan menuju hotel, sementara sisanya kembali ke tenda Mina untuk istirahat.
Petugas juga mengingatkan jemaah agar tetap tenang jika terjadi pemadaman lampu secara tiba-tiba di dalam terowongan. Dalam situasi tersebut, jemaah diminta menepi sementara agar arus lalu lintas tetap terkendali dan aman. Sebagian besar jemaah Indonesia menempati Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim, yang terbagi dalam 61 markas untuk memudahkan koordinasi dan pengaturan pergerakan jemaah.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jarak tempuh menuju lokasi jamarat mencapai sekitar 4,5 kilometer untuk perjalanan pulang dan pergi. Jarak tersebut belum termasuk perjalanan dari mulut terowongan menuju tenda jemaah di Mina. Dengan pengaturan jalur yang lebih sistematis ini, PPIH berharap proses lempar jumrah dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh jemaah Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan