Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mempersiapkan jutaan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jemaah haji asal Indonesia. Persiapan ini dilakukan guna memastikan konsumsi jemaah selama fase pra-Armuzna hingga puncak Armuzna di Tanah Suci berlangsung lancar tanpa kendala.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa kebutuhan RTE mencapai lebih dari tiga juta porsi. Sebanyak 1.232.520 porsi dialokasikan khusus untuk fase pra-Armuzna, sementara sisanya diperuntukkan bagi fase Armuzna. Jumlah keseluruhan RTE yang disiapkan mencapai 3.082.200 porsi.

Mayoritas makanan siap santap tersebut sudah tersedia di dapur dan siap didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Menu yang disajikan mempertahankan cita rasa khas Indonesia dengan berbagai pilihan lauk dan nasi. Beberapa menu yang tersedia antara lain nasi uduk, rendang, semur ayam, kari ayam, hingga gulai ayam.

Setiap porsi RTE dikemas dalam pouch praktis berisi nasi dan lauk masing-masing seberat 150 gram. Jaenal menjelaskan bahwa RTE ini dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan atau diolah ulang. Petugas pendamping juga akan membantu menjelaskan cara mengonsumsi makanan siap santap tersebut kepada para jemaah.

Pendistribusian RTE ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas agar memperoleh konsumsi yang praktis dan terjamin selama pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah memastikan seluruh porsi tersedia tepat waktu terutama pada fase kritis Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah.

Persiapan makanan siap santap menjadi bagian dari pelayanan haji tahun 1447 Hijriah bagi jemaah Indonesia. Dengan adanya RTE, risiko kekurangan makanan selama masa puncak ibadah dapat diminimalkan sehingga jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman di Tanah Suci.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.