Media Kampung – Banjir besar yang melanda Aceh menjelang musim haji 2026 menyebabkan ribuan warga kehilangan dokumen dan akses layanan keberangkatan ke Tanah Suci. Syekh Jamaluddin Affan Asyi, bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mengambil peran penting dalam memastikan kelancaran proses keberangkatan jemaah haji yang terdampak bencana ini.

Bencana banjir yang terjadi sejak 22 hingga 26 November 2025 melumpuhkan delapan belas daerah di Aceh, dengan Aceh Tamiang mengalami dampak terberat. Banyak infrastruktur rusak parah dan aktivitas masyarakat terhenti akibat genangan air. Pada masa pelunasan biaya haji tahap pertama, hanya satu jemaah dari Aceh Tamiang yang mampu melunasi biaya keberangkatan.

Syekh Jamal bersama tim Kementerian Haji mendatangi rumah-rumah warga untuk membantu pemeriksaan kesehatan calon jemaah serta memfasilitasi pelunasan biaya bagi keluarga yang terdampak banjir. “Kami ditugaskan gubernur menjemput bola agar jemaah memperoleh istithaah kesehatan. Kami mendampingi pengurusan administrasi dan kelengkapan dokumen seluruh calon jemaah,” ujar Syekh Jamal.

Banjir juga menyebabkan delapan belas paspor jemaah di Aceh Utara hanyut terbawa arus. Namun, petugas terus melaporkan perkembangan kepada pemerintah dan berbagai lembaga terkait untuk mengatasi kendala tersebut. Kekhawatiran terkait pengalihan kuota sempat muncul, namun pemerintah Aceh dan PPIH berupaya keras agar semua jemaah tetap diberangkatkan sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Berbagai langkah diambil untuk memenuhi kuota haji dari Aceh, termasuk kerja sama dengan perbankan guna mempermudah pembayaran biaya keberangkatan. Hasilnya, Aceh menjadi daerah pertama yang berhasil memenuhi bahkan melebihi target kuota haji nasional.

Kerusakan jaringan komunikasi akibat banjir sempat menghambat layanan kesehatan serta penginputan data jemaah. Oleh sebab itu, petugas mengalihkan pelayanan ke wilayah yang masih memiliki akses internet yang berfungsi dengan baik agar proses administrasi dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Upaya yang dilakukan Syekh Jamal dan tim membuktikan komitmen pemerintah dan pihak terkait dalam memastikan hak jemaah haji Aceh tetap terpenuhi meski menghadapi tantangan besar akibat bencana alam. Kondisi terkini menunjukkan bahwa pelayanan dan keberangkatan jemaah terus berjalan dengan penuh perhatian terhadap kebutuhan dan kendala yang dihadapi masyarakat terdampak banjir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.