Media Kampung – Perusahaan laptop modular Framework mengonfirmasi bahwa biaya memori DDR5 dari pemasok tetap relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir. Namun, mereka menghadapi kenaikan harga yang cukup signifikan pada produk penyimpanan berbasis SSD yang mereka beli, sehingga terpaksa menyesuaikan harga jualnya.

Dalam sebuah unggahan blog resmi, Framework menyatakan bahwa stok modul memori DDR5 kapasitas 8GB yang dibeli sebelumnya dengan harga lebih rendah sudah habis terpakai. Oleh karena itu, harga modul yang baru dibeli dari pemasok harus dinaikkan untuk menyesuaikan biaya yang meningkat. Meskipun begitu, untuk kapasitas memori lain, harga masih bisa dipertahankan sama seperti bulan sebelumnya.

Sementara itu, situasi pada pasar penyimpanan SSD jauh lebih sulit. Framework menjelaskan bahwa mereka hampir menghabiskan stok lama yang harganya lebih murah dan kini harus membeli stok baru dengan harga jauh lebih tinggi akibat krisis memori dan permintaan yang melonjak. Harga SSD yang dijual saat ini merupakan rata-rata tertimbang dari stok lama dan baru, sehingga kenaikan harga belum terlalu besar. Namun, mereka memperkirakan bulan depan kenaikan harga akan mengikuti margin penuh dari stok baru tersebut.

Perusahaan tersebut dulu mengandalkan produk SSD dari Sandisk sebagai pemasok utama. Kini mereka juga mulai mengambil pasokan dari Adata dan Phison setelah menjalani proses validasi ketat untuk memastikan performa sesuai standar. Namun, variasi kualitas tetap mungkin terjadi karena perbedaan pengendali dan chip NAND yang digunakan di tiap model.

Krisis memori dan penyimpanan saat ini dipicu oleh permintaan besar dari pusat data AI yang mengkonsumsi sebagian besar chip memori penting. Imbasnya dirasakan oleh pengguna, khususnya para gamer, yang harus membayar harga lebih tinggi di pasaran. Harga kit DDR5 berkapasitas 32GB kini berkisar antara 300 hingga 400 dolar AS, jauh lebih mahal dibandingkan enam bulan lalu yang masih di bawah 100 dolar AS. Meski ada sedikit stabilisasi harga, kenaikan empat kali lipat sejak akhir tahun lalu masih membebani konsumen.

Dalam kondisi pasar saat ini, perusahaan memori besar seperti Sandisk, SK hynix, dan Micron mencatat lonjakan harga saham yang signifikan. Kenaikan harga ini diperkirakan akan berlanjut selama permintaan dari sektor AI dan industri lainnya tetap tinggi. Framework pun harus menyesuaikan harga produknya untuk mengimbangi biaya pengadaan komponen yang terus meningkat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.