Media Kampung – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah, yang disebabkan oleh tekanan dari kondisi global serta penguatan mata uang dolar. Situasi ini menjadi perhatian bagi banyak pihak karena berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Esther Sri Astuti menyatakan bahwa pelemahan rupiah ini merupakan sinyal bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal guna menahan depresiasi rupiah. “Saat rupiah melemah, pemerintah perlu melakukan intervensi di pasar uang, dan Bank Indonesia dapat menaikkan suku bunga guna mencegah aliran modal keluar,” ujarnya dalam wawancara dengan PRO 3 RRI pada Selasa, 13 Mei 2026.
Dampak pelemahan rupiah, menurut Esther, akan cepat terasa terutama pada kenaikan harga pangan dan energi. Industri yang bergantung pada bahan baku impor juga akan mengalami peningkatan biaya produksi yang berujung pada naiknya harga barang konsumsi di masyarakat.
Sementara itu, Perencana Keuangan Independen Safir Senduk mengimbau masyarakat untuk mengurangi pengeluaran konsumtif selama dolar masih menguat. Ia menyarankan agar pembelian barang impor dan elektronik yang tidak mendesak ditunda sementara waktu. “Jika barang elektronik masih berfungsi dengan baik, sebaiknya jangan diganti dulu. Pembelian barang impor yang tidak penting sebaiknya ditahan dulu,” katanya.
Safir juga mengingatkan pentingnya memperbesar dana darurat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia menyarankan masyarakat memiliki cadangan dana minimal untuk kebutuhan selama tiga bulan agar keuangan keluarga tetap stabil saat kondisi ekonomi bergejolak. Selain itu, Safir menyarankan investasi emas sebagai pilihan yang lebih aman untuk penyimpanan jangka panjang dibandingkan menabung dalam dolar AS.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pelemahan rupiah dapat dikendalikan dan dampak negatif bagi perekonomian nasional dapat diminimalisasi. Pemerintah dan masyarakat sama-sama diharapkan dapat menyesuaikan strategi menghadapi tekanan global yang masih berlanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan