Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dan ditutup di level 6.723,32 pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Penurunan mencapai 135,6 poin atau sekitar 1,98 persen dari penutupan sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sejak pembukaan pada level 6.763 dan sempat menyentuh posisi terendah di angka 6.705. Pergerakan indeks cenderung fluktuatif dengan dominasi tekanan jual yang membuat pasar berada dalam area negatif.

Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan total transaksi mencapai Rp19,3 triliun dan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 38,38 miliar lembar. Frekuensi transaksi juga terhitung lebih dari 2,2 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 416 saham tercatat melemah, 239 saham menguat, dan 163 saham stagnan.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memprediksi bahwa tekanan jual masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Penurunan ini juga disertai aksi jual bersih oleh investor asing mencapai Rp799 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh asing antara lain ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI.

Dalam tinjauan MSCI periode Mei 2026, tidak ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Namun, terdapat enam emiten yang dikeluarkan dari indeks tersebut, serta 13 saham yang keluar dari MSCI Small Cap Index. Perubahan ini akan mulai diberlakukan efektif pada 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Meski ada tekanan dari hasil review MSCI, Fanny menilai potensi rebound masih terbuka apabila IHSG berhasil mempertahankan area support tersebut. Kisaran resistansi yang diperkirakan berada di level 6.950 hingga 7.020 menjadi titik yang akan diuji oleh IHSG dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.