Media Kampung – Petenis Italia, Jannik Sinner, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyamai rekor 31 kemenangan beruntun di turnamen ATP Masters 1000 yang sebelumnya dipegang Novak Djokovic. Pencapaian ini diraih setelah Sinner melaju ke babak perempat final Italian Open 2026 usai menaklukkan Andrea Pellegrino dengan skor 6-2, 6-3.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Foro Italico, Roma, Sinner menunjukkan dominasinya sejak awal dengan mengendalikan jalannya pertandingan tanpa memberikan banyak kesempatan kepada Pellegrino yang merupakan petenis kualifikasi. Meski Pellegrino berusaha memberikan perlawanan, terutama di awal set kedua dengan peningkatan agresivitas, Sinner tetap mampu membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan dengan efektif.
Keberhasilan ini menandai kelanjutan rekor impresif Sinner di level ATP Masters 1000, dimana ia belum terkalahkan sejak Oktober 2025 saat harus mengundurkan diri di Shanghai Masters akibat kram kaki parah. Sejak itu, Sinner telah merebut lima gelar Masters 1000 secara beruntun, termasuk kemenangan di Madrid, Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo sebelumnya.
Catatan unik lain dari perjalanan Sinner adalah upayanya untuk menjadi pemain kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil memenangkan kesembilan turnamen ATP Masters 1000 dalam kariernya, atau dikenal sebagai Career Golden Masters. Jika berhasil mengangkat trofi di Italian Open tahun ini, Sinner akan menjadi petenis termuda yang mencapai prestasi tersebut pada usia 24 tahun, lebih muda dibanding Djokovic yang mencapai itu pada usia 31 tahun.
Dalam babak perempat final, Sinner akan menghadapi unggulan ke-12, Andrey Rublev, yang sebelumnya melewati pertandingan ketat melawan Nikoloz Basilashvili. Rekor pertemuan kedua pemain ini menunjukkan keunggulan Sinner dengan tujuh kemenangan dari sepuluh pertemuan, termasuk kemenangan di French Open 2025.
Selain Sinner, petenis tuan rumah lainnya yang berhasil melaju ke perempat final adalah Luciano Darderi. Darderi mengukir momen dramatis dengan menyelamatkan empat match point dan mengalahkan unggulan kedua Alexander Zverev dalam pertandingan tiga set, menandai pencapaian besar bagi kariernya di level ATP Masters 1000.
Meski menjadi favorit kuat di Italian Open, Sinner tetap menunjukkan sikap rendah hati dan fokus pada performa terbaiknya. Ia mengungkapkan bahwa tekanan untuk menang di turnamen tanah kelahirannya tidak menjadi beban, melainkan motivasi untuk terus berkembang jelang French Open yang akan dimulai beberapa hari mendatang.
Dengan catatan tak terkalahkan sejak awal tahun dan momentum yang terus membaik, Jannik Sinner semakin menunjukkan dirinya sebagai salah satu petenis terkuat di dunia saat ini, sekaligus membawa harapan besar bagi tenis Italia di ajang internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan