Media Kampung – 13 April 2026 | Jannik Sinner berhasil mengklaim gelar Monte Carlo Masters setelah mengalahkan Carlos Alcaraz dalam final yang berlangsung pada 12 April 2026 di Monte Carlo Country Club, menandai kembali posisinya sebagai nomor satu dunia. Kemenangan ini sekaligus menambah koleksi poin penting Sinner dalam rangkaian turnamen ATP Masters 1000.
Pertandingan final berakhir dengan skor 7-6(5), 6-3 untuk Sinner, yang berhasil bangkit dari defisit pada set pertama dan menguasai permainan di kondisi angin kencang. Alcaraz, yang sebelumnya memegang gelar juara, gagal mempertahankan tajinya dan harus menyerah pada serangan konsisten Sinner.
Dengan gelar ini, Sinner mencatatkan rekor empat gelar Masters 1000 beruntun, sebuah prestasi yang sebelumnya hanya diraih oleh Novak Djokovic pada 2015. Ia juga menjadi pemain pertama yang memenangkan Indian Wells, Miami, dan Monte Carlo secara berurutan dalam satu musim.
Penilaian Express Sport memberikan nilai 10/10 untuk Sinner, menyoroti kemampuannya beradaptasi cepat pada permukaan tanah liat meski mengaku bahwa tanah liat merupakan permukaan terlemahnya. Alcaraz menerima nilai 9/10, dengan catatan bahwa ia sempat kehilangan fokus pada set kedua dan membuat beberapa kesalahan tidak perlu.
Alexander Zverev, yang menduduki peringkat ketiga pada awal turnamen, memperoleh skor 7/10 setelah berhasil melewati fase awal yang hampir mengancam eksistensinya melawan qualifier Cristian Garin. Meski berhasil mencapai semifinal, Zverev kembali mengalami kegagalan menembus final setelah dikalahkan Sinner dengan selisih yang cukup jelas.
Turnamen ini juga menyaksikan kejatuhan mengejutkan dari beberapa pemain papan atas, termasuk Daniil Medvedev yang kalah dengan skor 6-0, 6-0 di pertandingan pembuka. Stefanos Tsitsipas, mantan juara Monte Carlo, mengalami kekalahan pertama kalinya di babak pertama pada musim ini.
Cameron Norrie menjadi satu-satunya pemain Inggris dalam draw, namun ia harus mengakhiri perjuangannya pada putaran kedua setelah tidak mampu melanjutkan tekanan pada lawan-lawannya. Penampilan Norrie tetap menjadi sorotan bagi publik Inggris meski tidak berhasil mencetak kejutan.
Bakat muda Brasil, Joao Fonseca, kembali menunjukkan potensi besar dengan menembus babak ketiga pada turnamen Masters 1000 pertamanya. Penampilannya menambah daftar nama-nama muda yang diprediksi akan menjadi bintang di era berikutnya.
Setelah pertandingan, Sinner mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim pelatih dengan mengatakan, “Memenangkan tiga turnamen besar berturut-turut dalam satu musim adalah hal yang luar biasa, dan saya bertekad untuk tetap konsisten di atas tanah liat.” Ia menambahkan bahwa adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan menjadi kunci keberhasilannya.
Alcaraz memberi penghormatan kepada rivalnya dengan komentar, “Saya sangat terkesan dengan apa yang Jannik capai, terutama mengulang Sunshine Double dan menambah Monte Carlo ke dalam daftar kemenangan.” Ia menegaskan bahwa fokusnya kini beralih pada persiapan turnamen Barcelona dan Grand Slam berikutnya.
Kemenangan Sinner di Monte Carlo menandai kembali pencapaian Sunshine Double—menang Indian Wells dan Miami—yang sebelumnya hanya diraih oleh pemain-pemain legendaris seperti Rafael Nadal dan Novak Djokovic. Selain menambah koleksi gelar, triumph ini juga mengembalikan Sinner ke peringkat nomor satu dunia pertama kalinya sejak November 2025.
Jadwal ATP selanjutnya akan membawa Sinner dan Alcaraz ke Barcelona Open, di mana keduanya diprediksi akan bertemu kembali, sebelum melanjutkan ke turnamen Masters 1000 di Madrid dan Roma menjelang French Open. Semua mata kini tertuju pada kemampuan Sinner mempertahankan posisi teratasnya di medan tanah liat.
Dengan kondisi fisik yang masih prima dan motivasi tinggi, Sinner menyatakan siap menghadapi tantangan musim panas mendatang, sementara Alcaraz bertekad memperbaiki performanya di turnamen berikutnya. Pertarungan antara dua pemain muda ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan utama dunia tenis internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan