Media Kampung – Jannik Sinner menjadi favorit utama di Madrid Open 2026 setelah Carlos Alcaraz mengundurkan diri karena cedera, menambah peluangnya meraih gelar Masters 1000 kelima berturut‑turut.
Carlos Alcaraz mengumumkan penarikan diri pada 23 April 2026 setelah mengalami cedera pergelangan tangan saat berlatih di Barcelona, sehingga tidak berkompetisi di turnamen bergengsi tersebut.
Sinner, peringkat satu dunia, kembali ke Caja Mágica untuk pertama kalinya sejak harus mundur di tengah turnamen karena cedera pinggul pada 2024, menandai kepulangan penting menjelang musim clay.
Rivalitas antara Sinner dan Alcaraz semakin tajam setelah Sinner mengalahkan Alcaraz di final Monte Carlo Masters, melompat satu peringkat dan menegaskan dominasinya di jalur clay.
Sinner menegaskan bahwa persahabatan di luar lapangan dengan Alcaraz memperkuat ikatan dengan penonton Spanyol, “Saya memiliki hubungan baik dengan Spanyol, juga karena Carlos, kami bersahabat di luar lapangan, dan itu terlihat positif bagi penonton.”
Sebagai unggulan pertama, Sinner mendapatkan bye langsung ke putaran kedua dan akan bertemu dengan Benjamin Bonzi, pemain Prancis berpengalaman.
Sejak Maret, Sinner belum mengalami kekalahan, dan menargetkan menjadi pria pertama yang memenangkan lima gelar Masters 1000 beruntun setelah menutup tahun 2025 dengan kemenangan di Paris Masters.
Madrid dikenal dengan ketinggian dan angin yang dapat memengaruhi bola; Sinner mengakui tantangan tersebut, “Permainan di sini unik, altitude dan angin kadang‑kadang sulit, tapi setiap jenis tanah liat membantu saya berkembang.”
Kehilangan Alcaraz dan ketidakhadiran Novak Djokovic menjadikan Sinner sebagai pilihan berat untuk mengangkat trofi, meski kompetisi tetap ketat.
Setelah kemenangan Monte Carlo, Sinner menyatakan keputusan untuk bermain di Madrid masih dipertimbangkan secara harian, dengan fokus utama pada persiapan Roland Garros.
Juan Martín del Potro sebelumnya menanyakan apakah Sinner dan Alcaraz mampu menyaingi “Big Three”, menyoroti peningkatan performa Sinner di level tertinggi.
Pelatihnya, Boris Becker, menjelaskan bahwa Sinner berada pada level mental dan fisik yang berbeda, menekankan konsistensi dan ketangguhan dalam setiap pertandingan.
Dalam wawancara terpisah, Sinner menyebut situasi di Madrid sebagai “pil yang sulit ditelan”, mengingat tekanan untuk melanjutkan tren kemenangan di atas permukaan tanah liat.
Penonton Spanyol dikenal sangat bersemangat, dan Sinner merasa ikatan emosionalnya dengan mereka semakin kuat berkat persahabatan dengan Alcaraz, yang memberi dukungan moral meski tidak berkompetisi.
Pada saat penulisan, Sinner melaporkan kondisi fisik yang baik dan kesiapan mental yang tinggi, siap menantang lawan‑lawannya untuk merebut gelar pertama di Madrid Open tahun ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply