Media KampungMirra Andreeva, pemain tenis muda berperingkat delapan dunia, mengalami kekalahan di final tunggal dan ganda Madrid Open dalam kurun waktu 24 jam, menimbulkan sorotan media internasional.

Sabtu sore, Andreeva kalah 6-3 7-5 dari Marta Kostyuk di final tunggal, mencatatkan pertama kalinya ia mengalami kegagalan di final WTA 1000.

Setelah pertandingan, Andreeva meneteskan air mata dan mengaku menyesal tidak dapat menahan emosinya, sambil menyampaikan permintaan maaf kepada penonton dan tim.

Keesokan harinya, di Stadion Manolo Santana, Andreeva kembali bertanding bersama rekan negara Diana Shnaider dalam final ganda melawan pasangan unggulan Katerina Siniakova dan Taylor Townsend.

Pasangan Rusia sempat memimpin set pertama, namun akhirnya menyerah 7-6(2) 6-2, memberi kemenangan kepada duo Ceko‑Amerika.

Dalam pidato pasca‑pertandingan, Andreeva menyindir timnya dengan candaan, “Saya tidak yakin harus berterima kasih pada tim yang membantu saya kehilangan final lagi!” sambil mengakui dua final dalam satu minggu sebagai awal yang baik di tanah liat.

Andreeva dan Shnaider pernah meraih dua gelar bersama pada tahun 2023 di Brisbane dan Miami, serta medali perak ganda putri pada Olimpiade Paris 2024, namun keduanya mengurangi jadwal ganda untuk fokus pada karier tunggal.

Pasangan lawan, Siniakova dan Townsend, belum pernah kalah sejak Januari, mengamankan tiga gelar WTA 1000 beruntun di Indian Wells, Miami, dan Madrid.

Andreeva memberi pujian kepada lawan, “Selalu sulit melawan kalian, selamat atas gelar keempat kalian,” menegaskan rasa hormat meski kekecewaan masih menggelayuti.

Dengan hasil runner‑up, peringkat Andreeva diperkirakan naik satu posisi menjadi No.7 pada pembaruan berikutnya, menambah tekanan menjelang turnamen selanjutnya.

Ia menatap turnamen Italia yang akan datang sebagai kesempatan untuk memulihkan momentum dan memperbaiki catatan di permukaan tanah liat.

Karier Andreeva, yang berusia 19 tahun, telah mencatat lima gelar WTA serta penampilan konsisten di level atas, namun emosinya yang kadang tak terkendali menjadi sorotan tambahan dalam dunia tenis.

Meskipun mengalami dua kekalahan beruntun, Andreeva menunjukkan tekad untuk bangkit, menyatakan bahwa minggu ini tetap menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan mentalnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.