Media Kampung – Malut United mencatat kemenangan telak 5-2 atas Persis Solo pada pekan ke-31 Super League 2025/2026, didorong oleh sepuluh pemain yang tampil agresif di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu 2 Mei 2026.
Gol pertama Persis Solo tercipta lewat Bruno Gomes pada menit ke-15, namun keunggulan tersebut berbalik setelah David da Silva mencetak hattrick dalam kurun waktu satu babak pertama (menit 19, 39, dan 45+2). Kedua gol selanjutnya datang dari Nilson Junior (menit 50) dan Yakob Sayuri (menit 69) yang menambah keunggulan Laskar Kie Raha menjadi 5-1 sebelum Arkhan Kaka menekan Persis menjadi 5-2 pada menit 78.
Tri Setiawan, gelandang Malut United, menegaskan rasa syukurnya dalam sesi konferensi pers, “Alhamdulillah, kami dapat memenangkan pertandingan. Pemain, pelatih, dan seluruh tim telah bekerja keras dan hasilnya kami bisa mendapatkan tiga poin.”
Pelatih Hendri Susilo menambahkan bahwa tiga gol hasil sepak pojok bukan kebetulan, melainkan hasil latihan disiplin: “Memang skema tersebut merupakan hal yang sudah berulang kali kami lakukan dalam sesi latihan. Alhamdulillah, malam ini berjalan lancar.”
Selain hattrick David da Silva, kontribusi Nilson Junior dan Yakob Sayuri memperkuat serangan, sementara lini belakang Persis Solo mengalami kebobolan berulang pada situasi bola mati, termasuk satu gol penalti. Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, mengakui kegagalan timnya dalam mengantisipasi set piece, menyatakan, “Set piece seharusnya menjadi fase yang bisa diantisipasi dengan struktur dan komunikasi yang baik. Namun dalam laga ini, Persis justru gagal membaca pergerakan lawan dan kehilangan disiplin posisi.”
Kekalahan ini menempatkan Persis Solo pada posisi ke-16 dengan 27 poin, selisih dua poin dari Madura United. Dengan tiga laga tersisa, Persis harus meraih tiga kemenangan dan mengandalkan hasil positif lawan untuk menghindari zona degradasi.
Statistik pertandingan menunjukkan empat gol Persis berasal dari situasi bola mati, menandakan kelemahan defensif yang menjadi prioritas perbaikan. Kiper Muhammad Riyandi menambahkan, “Ada beberapa kesalahan yang kami lakukan, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Kami harus memperbaikinya agar tidak terulang pada pertandingan-pertandingan berikutnya.”
Secara historis, Malut United belum pernah menorehkan kemenangan selengkap ini melawan tim yang berada di zona degradasi, menjadikan performa sepuluh pemain inti sebagai faktor penentu dalam memengaruhi klasemen liga. Dengan tiga poin tambahan, mereka naik ke posisi lima, memperkuat peluang melaju ke putaran akhir dan mengamankan tempat di liga utama.
Persis Solo kini berada di ambang keputusan; selain meningkatkan koordinasi pertahanan, mereka harus mengoptimalkan serangan agar dapat mengejar poin yang tertinggal. Jika berhasil, peluang mereka untuk tetap bertahan di Super League meningkat, namun kegagalan berarti terancam turun ke Liga 2 pada akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan