Media Kampung – Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, melepas keberangkatan Musrif Diny sebagai pembimbing ibadah haji di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 12 Mei 2026. Keberangkatan ini bertujuan memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia selama melaksanakan rangkaian ritual di Tanah Suci.

Musrif Diny berperan penting sebagai konsultan ibadah yang mendampingi jemaah agar melaksanakan manasik dengan benar, sesuai syariat, serta memberikan ketenangan selama ibadah. Menurut Menhaj, pembimbing ibadah bukan hanya pendamping biasa, melainkan juga penjaga mutu pelaksanaan manasik yang harus memastikan seluruh proses ibadah berjalan tertib dan sesuai aturan agama.

Konsep Tri Sukses Haji yang diusung oleh Menhaj mencakup tiga pilar, yaitu sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses peradaban serta keadaban. Musrif Diny diharapkan menjadi penguat pilar kesuksesan ritual dengan memberikan bimbingan yang menenangkan dan meningkatkan kesadaran spiritual jemaah.

Selain itu, pembimbing ibadah diwajibkan memahami aspek teknis dan kemudahan syariat dalam pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus. Menhaj menekankan bahwa kondisi fisik jemaah sangat beragam, sehingga solusi yang cepat dan tepat harus diberikan sesuai situasi di lapangan.

Menhaj juga menjelaskan pentingnya pendampingan selama pelaksanaan Safari Wukuf, Murur, dan Tanazul. Skema tersebut memerlukan penjelasan yang jelas agar jemaah tidak merasa ragu dan bingung, sehingga pembimbing harus menjadi sumber ketenangan selama proses tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya di Tanah Suci, Menhaj mengingatkan Musrif Diny dan pembimbing lain agar menjaga integritas, kesabaran, serta keikhlasan. Profesionalisme dan orientasi pada kemaslahatan jemaah menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan selama ibadah berlangsung.

Keberangkatan pembimbing ibadah ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan sesuai dengan standar agama serta kebutuhan jemaah. Diharapkan, pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi setiap jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.