Media Kampung – Majalah Risalah Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Harlah ke-19 dengan menggelar khotmil Qur’an dan acara syukuran di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Rabu 6 Mei 2026.

Acara dimulai dengan sema’an bersama para alim ulama, tokoh NU, serta pejabat negara termasuk Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua LTN H Ishaq Zubaedi Raqib juga memberikan ucapan selamat dan doa bagi kelangsungan majalah.

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, KH Musthafa Helmy (Cak Mus), menyampaikan rasa syukur atas pencapaian usia hampir dua dekade, sambil menegaskan dedikasi majalah dalam melestarikan tradisi Ahlussunah wal Jamaah.

\”Kami bersyukur dan bangga atas capaian Majalah Risalah NU yang kini sudah berusia 19 tahun,\” ujar Cak Mus dengan penuh kebanggaan.

Redaktur Pelaksana Huda Sabily menambahkan bahwa perjalanan majalah tidak lepas dari tantangan, namun semua berhasil dilalui berkat dukungan muasis NU dan restu PBNU.

Ia berharap majalah tetap eksis, berkembang pesat, dan menjadi media cetak nomor satu di Indonesia, meski kini sudah mandiri secara finansial tanpa subsidi.

Kepala Perpustakaan PBNU, Syatiri Ahmad, menekankan peran penting majalah sebagai garda depan edukasi dan literasi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah.

\”Semoga senantiasa istiqamah menjadi media dakwah, edukasi, dan literasi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah. Kami berharap Risalah NU terus memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan umat dan memperkuat khazanah keilmuan Nahdlatul Ulama. Barakallah fi umrik, semakin jaya dan membawa maslahat,\” kata Syatiri.

Doa ditutup oleh KH Ahmad Sugiarto, Pengurus PAC JQHNU Gunung Putri Bogor sekaligus Pengasuh Pesantren ABS Gunung Putri Bogor.

\”Di momen yang spesial ini, kita hadiahkan (khataman) untuk Majalah Risalah NU yang milad ke-19 tahun. Kita doakan mudah-mudahan wasilah bacaan Al-Qur’an ini membawa kesuksesan senantiasa,\” ungkap KH Ahmad Sugiarto di hadapan para jamaah.

Doa tersebut memohon keberkahan, kesehatan, dan kesuksesan bagi seluruh pengurus, karyawan, serta pihak yang terlibat dalam produksi majalah.

Acara syukuran dilaksanakan dalam suasana khusyuk, dengan pembacaan doa bersama dan penyampaian ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung.

Majalah Risalah NU, yang sejak 2007 beroperasi, kini mengukuhkan posisinya sebagai media dakwah mandiri yang tidak bergantung pada subsidi pemerintah.

Keberhasilan keuangan mandiri ini dicapai melalui penjualan langganan, iklan, dan dukungan para muasis NU yang konsisten.

Para tokoh NU yang hadir menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat identitas keagamaan dan menebarkan nilai-nilai moderat NU.

Acara diakhiri dengan foto bersama para pemimpin organisasi, menandai momentum penting dalam sejarah majalah.

Majalah Risalah NU berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pembaca, baik melalui cetak maupun platform digital, demi menebar ilmu dan nilai Islam yang moderat.

Dengan dukungan luas dari kalangan NU, pemerintah, dan masyarakat, harapan besar tercipta bahwa Risalah NU akan tetap menjadi sumber informasi keagamaan yang terpercaya di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.