Media Kampung – Jemaat gereja di Kabupaten Belu memiliki ciri khas tersendiri dalam menjalankan rangkaian ibadah Kenaikan Yesus Kristus, yaitu dengan mengenakan kain tenun khas daerah masing-masing.
Ketua Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia, Paulus Adi Adu, mengatakan bahwa penggunaan kain tenun tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi, tetapi juga upaya menjaga budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda dan jemaat gereja.
Selain itu, Paulus mengatakan bahwa kalangan anak muda turut aktif memeriahkan perayaan melalui berbagai pertunjukan seni, seperti fragmen singkat dan penampilan musik bertema keagamaan maupun budaya.
Ia juga menyoroti tingginya semangat toleransi antarumat beragama di Belu saat pelaksanaan ibadah, di mana sejumlah pemuda Muslim, termasuk remaja masjid dan anggota NU, turut membantu pengamanan jalannya ibadah bersama.
Di lain wilayah, Polres Ciamis terus mematangkan kesiapan pengamanan jelang peringatan Perayaan/Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, dengan mengecek kesiapan setiap Gereja yang akan menggelar perayaan atau ibadah.
Brigadir Diko Pudjoko mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan pengamanan untuk mencegah aksi kriminalitas, dengan mengkerahkan seluruh personel untuk melakukan koordinasi dan komunikasi bersama pendeta dan petugas di setiap Gereja.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan