Media Kampung – Ketidaksesuaian data perpustakaan sekolah nasional telah ditemukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Endang Aminudin Aziz. Temuan ini muncul saat Perpusnas melakukan evaluasi literasi nasional dan mengukur Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.

Perpusnas mencatat bahwa terdapat 219 ribu perpustakaan terdata di seluruh Indonesia, dengan 78 persen di antaranya merupakan perpustakaan sekolah. Namun, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi lapangan saat verifikasi dilakukan.

Aminudin menyatakan bahwa Perpusnas awalnya meminta sampel sekitar 67 persen dari total data perpustakaan untuk kebutuhan evaluasi IPLM di berbagai daerah. Namun, banyak perpustakaan sekolah tidak mengirimkan data evaluasi kepada Perpusnas, sehingga kebutuhan sampel tidak terpenuhi sesuai target awal.

Perpusnas kemudian menurunkan kebutuhan sampel menjadi 250 sekolah setiap kabupaten dan kota setelah diskusi bersama pihak terkait. Aminudin menilai bahwa terdapat ketidaksinkronan data antara Dapodik dan kondisi sebenarnya, dan temuan tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Validitas data penting untuk menentukan kebijakan penguatan literasi nasional, serta untuk mendukung program revitalisasi perpustakaan sekolah. Perpusnas berharap bahwa temuan ini dapat membantu meningkatkan kualitas data dan kebijakan pendidikan di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.