Media Kampung – 15 April 2026 | Sebanyak 990 calon jemaah haji Situbondo siap berangkat ke Tanah Suci pada 14 Mei 2026, menandai tahap akhir persiapan ibadah haji daerah. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi.
Rif’an Junaidi menegaskan bahwa jumlah calon masih bersifat dinamis karena dapat bertambah bila ada cadangan yang naik status. Ia menambahkan bahwa proses verifikasi dan seleksi terus berlanjut hingga batas akhir pendaftaran.
Persiapan keberangkatan telah mencapai 95 persen, dengan semua tahapan administratif sudah selesai. Hanya penyerahan koper perlengkapan ibadah yang masih menunggu kedatangan dari Kementerian Agama.
Koper tersebut berisi pakaian ihram, peralatan sholat, serta perlengkapan medis yang diwajibkan bagi setiap jemaah. Distribusi koper dijadwalkan akan tiba di Situbondo satu minggu sebelum tanggal keberangkatan.
Calon jemaah terbagi dalam empat kloter, yaitu kloter 87, 88, 89, dan 90. Masing‑masing kloter akan berangkat bersamaan pada tanggal yang sama namun masuk asrama haji pada jam yang berbeda.
Kloter 88 dan 89 berisi seluruh calon jemaah dari Situbondo, sehingga mereka akan menginap di asrama yang khusus disediakan untuk wilayah tersebut. Sementara kloter 87 digabungkan dengan calon jemaah dari Kabupaten Bondowoso.
Kloter 90 akan berangkat bersama calon jemaah dari Kabupaten Jember, menambah keragaman wilayah dalam satu rombongan. Penggabungan kloter ini memudahkan koordinasi logistik dan akomodasi di Mekah.
Rif’an Junaidi menjelaskan bahwa penggabungan kloter tidak mempengaruhi jadwal ibadah, karena setiap kelompok memiliki waktu masuk asrama yang terpisah. Hal ini memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan keamanan yang ditetapkan otoritas haji.
Petugas haji daerah turut serta dalam rombongan sebagai pendamping resmi. Mereka bertugas memberikan bimbingan, mengawasi kepatuhan, serta menanggapi kebutuhan jemaah selama di tanah suci.
Keberangkatan jemaah akan menggunakan pesawat komersial yang telah ditunjuk oleh Kementerian Agama. Maskapai yang dipilih memiliki reputasi baik dalam mengelola perjalanan haji massal.
Setiap jemaah telah menerima surat tugas resmi beserta nomor registrasi yang dapat dilacak secara online. Sistem pelacakan ini memungkinkan keluarga di Situbondo memantau status keberangkatan secara real time.
Program orientasi pra‑keberangkatan telah dilaksanakan pada awal bulan April, mencakup materi tentang tata cara ibadah, kesehatan, serta protokol keamanan. Peserta dinilai lulus setelah mengikuti tes kesehatan dan wawancara.
Seluruh calon jemaah telah menyelesaikan pembayaran biaya haji yang ditetapkan pemerintah. Pembayaran tersebut mencakup biaya visa, akomodasi, transportasi, serta asuransi perjalanan.
Asuransi perjalanan memberikan perlindungan medis dan kecelakaan selama berada di Tanah Suci. Polis asuransi diaktifkan sejak tanggal keberangkatan hingga selesai melaksanakan ibadah.
Pihak Kementerian Haji menegaskan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap aturan hijab, sholat berjamaah, dan larangan merokok di area suci. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi administratif.
Sejumlah pelatihan bahasa Arab dasar diberikan kepada calon jemaah untuk memudahkan komunikasi selama di Arab Saudi. Kelas bahasa diadakan oleh lembaga pelatihan setempat.
Selain itu, jemaah juga diberikan materi tentang sejarah Ka’bah, rukun haji, dan tata cara thawaf. Pengetahuan ini diharapkan meningkatkan kualitas ibadah secara spiritual.
Pihak Kementerian Agama mengingatkan bahwa cuaca di Mekah pada bulan Mei dapat sangat panas, sehingga jemaah disarankan membawa perlindungan matahari. Air mineral dan obat anti‑dehidrasi disediakan secara gratis di asrama.
Selama berada di Saudi, jemaah akan diawasi oleh pembimbing haji yang berpengalaman. Pembimbing bertugas memastikan jadwal ibadah berjalan sesuai rencana.
Kondisi keamanan di kawasan suci tetap terjaga oleh pasukan khusus, dengan pengawasan ketat pada akses masuk dan keluar. Jemaah diwajibkan menuruti arahan petugas setiap saat.
Rif’an Junaidi menambahkan bahwa pemerintah daerah Situbondo telah menyiapkan fasilitas pendukung di pelabuhan dan bandara. Hal ini meliputi layanan transportasi, ruang tunggu, serta tim medis siap siaga.
Komunikasi antara kantor haji daerah dan keluarga di Situbondo dilakukan melalui grup WhatsApp resmi. Informasi terkini tentang jadwal, kesehatan, dan logistik disampaikan secara berkala.
Beberapa warga Situbondo menyatakan kebanggaan mereka melihat hampir seribu warga setempat dapat menunaikan haji. Mereka berharap proses ini berjalan lancar dan selamat.
Di sisi lain, pihak Kementerian Agama mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang berharga berlebih. Semua barang akan diperiksa di bandara dan disimpan dalam locker khusus.
Setelah selesai menunaikan rukun haji, jemaah diizinkan kembali ke Indonesia dengan penerbangan khusus yang dijadwalkan pada akhir bulan Juni. Proses imigrasi akan dipercepat untuk menghindari antrean panjang.
Pertemuan terakhir antara jemaah dan pembimbing haji diadakan pada 10 Mei 2026, guna memastikan kesiapan mental dan fisik. Semua peserta menyatakan siap untuk melaksanakan tugas suci.
Kemungkinan penambahan cadangan calon jemaah masih terbuka hingga satu minggu sebelum keberangkatan. Hal ini memungkinkan warga yang belum terdaftar mengajukan permohonan secara mendadak.
Dengan persiapan yang hampir selesai, harapan besar menanti 990 calon jemaah haji Situbondo untuk menunaikan ibadah dengan khusyuk. Mereka berdoa agar perjalanan lancar, selamat, dan diterima oleh Allah SWT.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan