Media Kampung – Sebanyak 1.310 Calon Jemaah Haji Banyuwangi telah dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026, dibagi menjadi lima kloter.
Persiapan keberangkatan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 95 persen, meliputi pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, dan pelatihan ibadah.
Tahap yang masih menunggu adalah distribusi koper yang akan diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian penting kelengkapan jemaah.
Plt Kepala Kemenhaj Banyuwangi, Rifan Junaidi, menjelaskan bahwa pembagian kloter terdiri dari kloter 71, 82, 83, 84, dan 85.
Kloter 71 berisi delapan jemaah dari Banyuwangi yang akan bergabung dengan jemaah dari daerah lain, dan dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026.
Kloter 82, 83, 84, dan 85 mayoritas diisi jemaah Banyuwangi, dengan keberangkatan bertahap mulai 11 Mei 2026 dan masuk asrama haji pada 12 Mei 2026.
Pembagian dalam lima kloter diharapkan dapat memperlancar proses logistik, menghindari kepadatan, serta memudahkan koordinasi dengan pihak terkait.
Para jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan, melaksanakan vaksinasi lengkap, dan mematuhi seluruh arahan petugas hingga hari keberangkatan.
Kuota yang tersedia mencakup kuota reguler serta kuota khusus untuk lansia dan pendampingnya, sesuai kebijakan Kemenhaj.
Jika terdapat calon cadangan yang memenuhi syarat, mereka dapat naik status dan menambah jumlah jemaah sebelum batas akhir pendaftaran.
Kementerian Haji dan Umrah menyediakan koper standar, perlengkapan ibadah, serta fasilitas asrama yang telah dipersiapkan di Mekah dan Madinah.
Setiap kloter akan ditemani oleh pembina dan tim medis yang bertugas memastikan kenyamanan serta keselamatan selama perjalanan.
Sebelum keberangkatan, jemaah mengikuti pelatihan teknis dan spiritual yang mencakup tata cara ibadah, etika perjalanan, serta pengetahuan sejarah haji.
Biaya perjalanan ditanggung oleh peserta melalui iuran yang telah dibayarkan, dengan subsidi bagi kelompok lansia sesuai program pemerintah.
Seluruh proses pemantauan kesehatan dan kepatuhan dilakukan melalui sistem digital Kemenhaj, memungkinkan update real-time bagi pihak berwenang.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkoordinasi dengan Kemenhaj untuk memastikan fasilitas transportasi darat ke bandara berjalan lancar.
Masyarakat Banyuwangi menyambut baik persiapan ini, mengharapkan jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan selamat.
Keberhasilan pelaksanaan haji 2026 diharapkan menjadi contoh bagi tahun-tahun berikutnya dalam meningkatkan efisiensi proses keberangkatan.
Saat ini, semua jemaah telah menyelesaikan pemeriksaan medis, menunggu kedatangan koper, dan diperkirakan akan berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan