Media Kampung – Jakarta Sambut Waisak di Bundaran HI Diwarnai Lampu Hias, Warga Antusias. Kemeriahan perayaan Hari Waisak tahun ini sangat terasa di jantung ibu kota, tepatnya di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/5/2026). Perayaan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tema ‘Glow of Peace’, yang diharapkan dapat menciptakan perdamaian melalui cahaya.
Suasana Perayaan yang Meriah
Acara yang berlangsung menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu (31/5) ini, dihadiri oleh ribuan warga yang antusias. Mereka berkumpul di sekitar panggung utama, menikmati berbagai penampilan seni yang disuguhkan. Pembukaan acara dimeriahkan oleh penampilan band yang memainkan musik rohani, dilanjutkan dengan tarian tradisional yang memukau para penonton.
Pesan Perdamaian dari Bante Pranedta Thera
Di atas panggung, Bante Pranedta Thera memimpin doa yang menyentuh hati. Dalam doanya, ia berharap agar semua makhluk hidup dapat merasakan kebahagiaan dan hidup dalam harmoni. “Semoga kota Jakarta menjadi kota yang bercahaya bukan hanya oleh gemerlap lampu, tetapi juga oleh hati masyarakatnya yang penuh cinta kasih dan semangat kebersamaan,” ujarnya. Pesan ini disambut dengan khidmat oleh warga yang hadir, menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga perdamaian.
Sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga turut hadir dalam perayaan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Jakarta adalah kota global yang inklusif, hangat, dan berbudaya. “Kota yang besar bukan hanya diukur dari tingginya gedung di kawasan Bundaran HI, tetapi juga dari lapangnya hati kita, menerima setiap anak bangsa dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan,” tuturnya.
Bundaran HI Sebagai Ruang Bersama
Rano Karno juga menyampaikan pentingnya penggunaan area Bundaran HI sebagai tempat perayaan hari raya keagamaan. Menurutnya, tempat ini telah menjadi halaman bersama bagi semua warga dari berbagai latar belakang, mulai dari perayaan Christmas Carol, festival Imlek, hingga pawai ogoh-ogoh. “Di tempat ini, Jakarta terus belajar merayakan perbedaan sebagai anugerah, bukan sebagai jarak,” tambahnya.
Pesan untuk Masa Depan
Dalam tema ‘Glow of Peace’, Rano berharap Jakarta akan terus menjadi rumah yang menerangi warganya untuk hidup tenteram. “Cahaya di Bundaran HI bukan hanya hiasan kota. Ini adalah doa yang diterangi bersama agar Jakarta terus menjadi rumah yang damai, toleran, adil, dan menenteramkan seluruh warganya,” pungkasnya.
Perayaan Hari Waisak di Bundaran HI yang diwarnai lampu hias ini merupakan gambaran betapa besarnya antusiasme warga Jakarta dalam merayakan kebudayaan dan keagamaan. Dengan semangat kebersamaan dan harapan untuk perdamaian, Jakarta terus melangkah maju sebagai kota yang harmonis dan penuh toleransi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan