Media Kampung – Ketakwaan dan keikhlasan menjadi pondasi utama dalam memperkuat persyarikatan, kata Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, dalam sambutan pada acara Silaturahim Syawalan PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu 18 April 2026.

Ia menekankan bahwa semangat religius dan ketulusan hati anggota harus menjadi landasan setiap aktivitas organisasi.

Persyarikatan, sebagai sayap perempuan Muhammadiyah, berperan dalam pendidikan, sosial, dan dakwah di tingkat lokal dan nasional.

Aisyiyah sejak didirikan pada 1917 selalu mengedepankan nilai-nilai Islam yang moderat serta pemberdayaan perempuan.

Salmah menegaskan bahwa tanpa ketakwaan, program-program kebajikan tidak akan mencapai tujuan yang hakiki.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip ayat Al‑Qur’an Surat Ali Imran ayat 133: \”Berpacu lah kepada ampunan Allah dan surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa\”.

Ayat tersebut menekankan pentingnya takwa sebagai jalan menuju keberkahan dan kesuksesan bersama.

Salmah mengajak seluruh anggota persyarikatan untuk menjadikan keikhlasan sebagai motivasi utama dalam setiap kegiatan sosial.

Ia menambahkan bahwa keikhlasan menyingkirkan agenda pribadi dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.

Contohnya, program beasiswa perempuan di daerah terpencil kini dilaksanakan dengan melibatkan relawan yang berdoa agar hasilnya diterima Allah.

Solidaritas internal persyarikatan dipandang sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi program.

Peran perempuan dalam Muhammadiyah tidak hanya sekadar pendukung, melainkan penggerak perubahan di masyarakat.

Salmah mengingat tantangan era digital yang sering menodai nilai-nilai keagamaan.

Ia menekankan perlunya ketahanan spiritual untuk menolak pengaruh negatif dan tetap fokus pada misi organisasi.

Pengalaman pribadi Salmah selama bertahun‑tahun mengabdi menjadi contoh nyata bahwa ketakwaan memberi kekuatan dalam menghadapi rintangan.

Ia juga menyebutkan pertemuan serupa pada tahun 2024 yang menghasilkan peningkatan partisipasi anggota.

Para peserta Silaturahim merespon dengan antusiasme tinggi, menyatakan kesiapan memperkuat niat melalui ibadah dan kerja nyata.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi inisiatif Aisyiyah serta menyatakan dukungan penuh terhadap program ketakwaan.

Rencana ke depan mencakup integrasi materi keagamaan dalam modul pelatihan kepemimpinan perempuan.

Beberapa workshop mengenai etika kerja berbasis nilai Islam dijadwalkan pada kuartal berikutnya.

Kerjasama dengan komunitas lokal di Yogyakarta akan memperluas jangkauan program beasiswa dan kesehatan.

Harapan Salmah adalah peningkatan kualitas hidup anggota serta dampak positif bagi masyarakat luas.

Data internal menunjukkan pertumbuhan keanggotaan persyarikatan sebesar 12% pada tahun 2025.

Salah satu anggota, Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa semangat keikhlasan membantunya menyelesaikan proyek pemberdayaan ekonomi desa.

Refleksi Salmah menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ia menutup sambutan dengan doa agar persyarikatan terus menjadi cahaya kebaikan dalam kehidupan umat.

Pada akhir acara, disepakati bahwa pertemuan lanjutan akan diadakan pada bulan Agustus untuk evaluasi program.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.