Media Kampung – Muhadjir Effendy menegaskan bahwa Islam adalah agama damai yang harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk pengembangan ekonomi, dan sekaligus menyerukan percepatan UMKM Muhammadiyah guna menggerakkan perekonomian lokal pasca Idul Fitri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Silaturrahmi Ba’da Idul Fitri yang diadakan oleh PCM Cibiuk Garut pada Jumat, 10 April 2026.
Acara berlangsung di Pesantren Al‑Furqon Garut dengan tema “Pembinaan dan Pengembangan Usaha Mikro dan Menengah Kabupaten Garut 2026”, yang menggabungkan agenda keagamaan dan ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan. Ribuan peserta, termasuk tokoh agama, pengusaha UMKM, serta perwakilan pemerintah daerah, turut hadir menyambut momentum silaturahmi dan berbagi strategi peningkatan daya saing usaha kecil.
Dalam sambutannya, Muhadjir menegaskan pentingnya nilai-nilai perdamaian Islam untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan menolak segala bentuk kekerasan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, “Islam damai menjadi pijakan kuat bagi UMKM Muhammadiyah untuk berinovasi, berkolaborasi, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat luas.”
Konsep Islam damai yang ditekankan Muhadjir tidak hanya bersifat teologis, melainkan dijadikan dasar kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan. Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat kepercayaan konsumen serta menarik investasi pada sektor mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Program akselerasi UMKM Muhammadiyah mencakup pelatihan digital, akses pembiayaan mikro, serta pendampingan pemasaran berbasis jaringan Muhammadiyah yang tersebar di lebih dari 2.500 cabang. Target jangka pendek adalah meningkatkan pendapatan rata‑rata 20 persen bagi 5.000 usaha mikro di Kabupaten Garut pada akhir tahun 2026.
Sebagai contoh, usaha kerajinan tangan “Sinar Garut” yang tergabung dalam jaringan UMKM Muhammadiyah berhasil meningkatkan penjualan online hingga 35 persen setelah mengikuti pelatihan e‑commerce yang diselenggarakan pada kuartal pertama tahun ini. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara nilai religius dan strategi bisnis modern dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Saat ini, koordinasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PCM Cibiuk, serta lembaga keuangan lokal terus digalakkan untuk memperluas jangkauan program akselerasi. Muhadjir menutup acara dengan harapan bahwa semangat Islam damai dan semangat kewirausahaan akan terus menginspirasi generasi muda Garut untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi yang adil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan