Media Kampung – Thomas Frank kembali ke Brentford, muncul di tribun VIP saat Brentford melawan Fulham pada Sabtu (18/4), menandai penampilan publik pertamanya sejak dipecat oleh Tottenham Hotspur pada Februari 2026.

Frank terlihat duduk bersama direktur olahraga Brentford, Phil Giles, dan menyapa suporter Brentford dengan senyum hangat, meski ia tidak terlibat langsung dalam tim.

Pertandingan berakhir dengan hasil imbang 0-0, dan kehadiran mantan pelatih menambah atmosfer di stadion Brentford yang penuh semangat.

“Saya senang dapat kembali menyaksikan Brentford di arena ini, klub yang pernah saya bangun selama tujuh tahun,” ujar Frank dalam sebuah pernyataan singkat kepada wartawan.

Selama masa jabatan di Brentford, Frank memimpin klub meraih promosi ke Premier League pada 2021 dan menstabilkan posisi klub di kelas tertinggi, menjadikannya salah satu pelatih muda paling dihormati di Inggris.

Setelah pemecatan, Frank memilih menghindari sorotan media, namun tetap mengikuti perkembangan tim lewat jaringan pribadi dan media sosial.

Tottenham Hotspur memecat Frank setelah serangkaian hasil buruk yang membuat klub hampir terdegradasi ke Championship, memicu pergantian pelatih yang cepat.

Klub London Utara sempat mengangkat Igor Tudor sebagai pengganti sementara, namun Tudor digantikan lagi oleh Roberto De Zerbi menjelang akhir pekan penting melawan Brighton.

De Zerbi kini memimpin skuad Tottenham yang berada di zona degradasi, dengan dua poin selisih dari West Ham United yang menempati posisi ke-17.

Menurut laporan Daily Mail, Frank menerima pesangon sekitar GBP 8 juta (sekitar Rp 185 miliar), setara dengan satu tahun gaji dari kontrak tiga tahun yang baru dijalani.

Tottenham sebelumnya mengeluarkan GBP 10 juta (sekitar Rp 231 miliar) untuk merekrut Frank dari Brentford, dengan gaji bulanan mencapai GBP 650.000 (sekitar Rp 15 miliar).

Total biaya yang dikeluarkan Tottenham untuk Frank diperkirakan melampaui GBP 23 juta (sekitar Rp 533 miliar) selama masa kepemimpinannya yang singkat.

Sementara itu, Brentford kini dipandu oleh pelatih baru, Keith Andrews, yang terus mengembangkan taktik tim dan mempertahankan posisi menengah klasemen Premier League.

Keberhasilan Frank di Brentford tetap dikenang, terutama dalam membangun struktur akademi dan menyiapkan pemain muda untuk bersaing di level tertinggi.

Tottenham dijadwalkan kembali bertanding pada Sabtu (18/4) melawan Brighton, laga krusial yang dapat menentukan nasib mereka menghindari degradasi.

Jika Tottenham gagal mengumpulkan poin, tekanan pada De Zerbi akan meningkat, sementara Brentford berupaya memperkuat posisi mereka menjelang akhir musim.

Kehadiran Frank di tribun VIP menegaskan ikatan emosionalnya dengan Brentford, meski kariernya kini berada pada fase transisi yang belum pasti.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.