Media Kampung – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mematangkan pembentukan Jakarta Film Commission untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Jakarta sebagai pusat produksi film dan destinasi kreatif bertaraf internasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa setelah Jakarta Film Commission terbentuk, pihaknya akan menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan bagi sineas nasional. Dukungan tersebut diharapkan mendorong peningkatan produksi film Indonesia dan memperluas daya saing industri kreatif nasional.
Rano mengapresiasi perkembangan perfilman Indonesia yang mampu menarik jutaan penonton dan menjangkau pasar mancanegara. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan kualitas karya sineas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, film Ghost in the Cell tercatat meraih lebih dari 3,2 juta penonton dan hak distribusinya telah dipasarkan ke berbagai negara.
Wagub menegaskan keberhasilan itu menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri perfilman nasional dalam menghadapi persaingan internasional. Indonesia mencatat perkembangan berbeda dibandingkan sejumlah negara yang mengalami penurunan jumlah penonton bioskop. Kondisi tersebut menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku industri film internasional untuk beraktivitas di Jakarta.
Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengatakan regulasi pendukung tengah disiapkan pemerintah daerah. Penyusunan aturan dilakukan bersamaan dengan finalisasi kelembagaan Jakarta Film Commission. Pemprov DKI juga menyiapkan skema insentif bagi pelaku industri perfilman nasional untuk membantu produser meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas karya film Indonesia.
Setelah seluruh regulasi dan kelembagaan selesai, insentif akan diterapkan untuk mendukung pertumbuhan industri film. Pemprov DKI Jakarta berharap kebijakan tersebut dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Sinema Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan