Media Kampung – Permukiman padat di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali dilanda kebakaran hebat pada Senin malam, 1 Juni 2026. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik menghanguskan sekitar 304 bangunan, termasuk rumah semi permanen dan kios pasar, serta memaksa ratusan warga mengungsi.

Kebakaran yang berlangsung selama sekitar tujuh jam tersebut menyebabkan 354 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah warga yang mengungsi diperkirakan mencapai 620 hingga 679 jiwa. Selain kehilangan tempat tinggal, delapan warga mengalami luka-luka dan gangguan pernapasan akibat asap.

Proses pemadaman berjalan sulit karena akses sempit dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Sebanyak 175 petugas dan 35 unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api yang cepat menyebar akibat banyaknya bahan mudah terbakar serta angin kencang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Wakil Gubernur Rano Karno, segera menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka yang dilengkapi dengan layanan kesehatan, dapur umum, dan dukungan psikologis bagi warga terdampak, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya juga telah disalurkan.

Rano Karno menekankan pentingnya perhatian terhadap kualitas hunian di kawasan padat penduduk untuk mengurangi risiko kebakaran, mendorong pengembangan hunian vertikal yang lebih aman dan tertata. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membantu warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat kebakaran agar segera dapat mengurus administrasi mereka.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Syarifudin, menyatakan dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah.

Sejumlah warga terlihat menyisir puing-puing bekas kebakaran untuk mencari barang yang masih dapat digunakan. Anak-anak bahkan tampak bermain di sekitar lokasi yang kini dipenuhi sisa-sisa kebakaran. Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan pendampingan mental bagi korban selama masa tanggap darurat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.