Media KampungLedakan bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Insiden ini menewaskan enam orang dan melukai 19 lainnya, serta menyebabkan kerusakan parah pada 12 bangunan, termasuk rumah dan sebuah gereja.

Salah satu korban terakhir yang meninggal dunia adalah Mina Puadi (51), yang wafat setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak akibat luka serius dan pendarahan internal. Sebelumnya, Mina mengalami cedera pada dahi dan patah tulang rusuk yang memerlukan operasi segera. Meski sempat menunjukkan perbaikan, kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal pada Selasa dini hari.

Korban jiwa lainnya sudah dimakamkan secara bersama dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota. Prosesi pemakaman yang penuh haru dihadiri oleh keluarga, masyarakat, tokoh agama, serta pejabat daerah dan aparat keamanan setempat. Lima korban yang dimakamkan di antaranya adalah anak berusia tujuh tahun.

Tim gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan pencarian terhadap tiga korban lain yang masih hilang. Pencarian difokuskan di area Ring 2 yang meliputi wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi ledakan, sementara area Ring 1 yang menjadi sumber ledakan belum steril sehingga pencarian di sana belum maksimal. Tim juga menemukan 13 potongan tubuh yang sedang diperiksa oleh tim identifikasi.

Kerusakan akibat ledakan cukup signifikan. Dari 12 bangunan terdampak, tiga mengalami kerusakan ringan, yaitu dua rumah dan satu gereja. Sembilan bangunan mengalami kerusakan berat, termasuk empat rumah yang hancur total karena lokasinya sangat dekat dengan titik ledakan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan akan jejak sejarah Perang Dunia II yang masih tersisa di Biak, yang hingga kini menimbulkan risiko bagi masyarakat setempat. Peninggalan bom era perang tersebut masih berada di wilayah yang belum sepenuhnya aman, sehingga memerlukan penanganan dan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak demi mencegah insiden serupa di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.