Media Kampung – Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat yang terjadi hanya dalam selisih 39 detik pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Fenomena gempa ‘doublet’ atau gempa kembar ini memicu kerusakan parah dan menelan ribuan korban jiwa.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 berpusat di 21 kilometer sebelah barat kota pesisir Moron, sekitar 160 kilometer dari ibu kota Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, gempa kedua dengan Magnitudo 7,5 mengguncang area sekitar 45 kilometer dari lokasi pertama, menurut data USGS.

Pemerintah Venezuela mengumumkan sedikitnya 1.430 orang tewas dan 3.360 orang luka-luka akibat bencana ini. Namun, jumlah korban diperkirakan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian yang masih berlangsung. USGS bahkan memperkirakan potensi korban tewas bisa mencapai puluhan ribu hingga lebih dari 100.000 orang.

Gempa ini meruntuhkan banyak bangunan, termasuk bandara utama Venezuela yang dilaporkan rusak. Di kota pesisir Catia la Mar, pemadaman listrik terjadi dan banyak warga terpaksa menghabiskan malam di jalanan. Dua hari setelah gempa, warga mulai frustrasi karena distribusi bantuan lamban di beberapa area terdampak parah, seperti negara bagian La Guaria. Minimnya alat berat memaksa warga dan relawan membongkar puing bangunan dengan tangan kosong.

Otoritas Venezuela melaporkan sedikitnya 300 gempa susulan telah terjadi di sepanjang tiga patahan geologis utama yang melintasi negara tersebut. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah VTV, menyatakan bahwa sejak pukul 18.03 waktu setempat pada 24 Juni hingga saat ini, tercatat total 302 peristiwa seismik, termasuk dua gempa utama.

Di antara korban tewas, terdapat belasan warga negara asing (WNA). Laporan AFP menyebut setidaknya 19 WNA dikonfirmasi tewas. Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan hingga kini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.